Ada Apa Di Balik Kekuatiran?

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5:7
Kuatir adalah ‘teman’ yang setia menemani ke mana saja kita pergi dan dalam kondisi apapun. Namun kehadirannya membawa dampak buruk bagi kesehatan, antara lain, menurunnya imunitas tubuh, gangguan saraf, bahkan gangguan psikis seperti stres dan depresi. Selain itu juga mempengaruhi mental, etika dan moral. Karena kuatir, orang bisa saja menghalalkan segara cara dengan alasan kepepet, lalu melakukan tindakan tidak terpuji.
Namun kalau kita mengkaji kata ‘kuatir’ dalam bahasa Alkitab, dipakai kata μεριμναω – merimnao yang berarti memperhatikan sepenuhnya, berpikir pada sesuatu sehingga sebenarnya kata merimnaô tidak berkonotasi negatif. Yang menjadikannya negatif adalah sasaran yang diperhatikan atau dipikirkan.
Sebagai contoh dalam Mat 6:25a “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” Di sini, masalah muncul ketika orang hanya fokus kepada penghidupan sehari-hari akan apa yang dimakan, minum dan dipakai.
Di ayat sebelumnya disebutkan mengenai harta atau Mamon yang dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah dan mata yang terang atau gelap. Mamon menjadi pesaing Allah karena kasat mata sementara Allah tidak kasat mata. Mata yang terang adalah mata yang fokus kepada yang tidak kasat mata seperti yang disebutkan dalam 2 Korintus 5:7 _“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” dan juga 2 Korintus 4:18
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
Jadi intinya, supaya tidak kuatir, fokuslah memandang kepada perkara-perkara yang tidak kasat mata karena itu adalah hakekat dari iman. Selain itu, kekuatiran perlu diserahkan kepada Tuhan. Bagaimana caranya? Sederhana saja, jika kita menginginkan sesuatu, serahkan kepada Tuhan dan setelah itu lupakanlah kalau masih memerlukan hal tersebut. Contoh, kuatir tidak makan, serahkan dan bersiaplah berpuasa kalau Tuhan tidak tolong. Percayalah, kekuatiran akan hilang dan lihatlah mujizat Tuhan. Halleluyah. Amin [LS]
Questions:
1. Sebutkan satu contoh yang membuat anda kuatir, dan pikirkan kenapa kuatir dengan hal itu.
2. Kalau sudah menyerahkan kepada Tuhan, relakah anda untuk tidak mendapatkan hal itu selamanya? Mengapa?
Values:
Jika kita menginginkan sesuatu, serahkan kepada Tuhan dan setelah itu lupakanlah kalau masih memerlukan hal tersebut.
Kingdom Quote:
Mujizat baru akan terjadi ketika Tuhan berdaulat sepenuhnya atas hidup kita.
See also  Perang Waktu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*