Larilah Menjauh Sejauh-jauhnya

“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah (pheugo) semuanya itu, kejarlah (dioko) keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”_ 1 Timotius 6:11
Kata kerja “jauhilah” dalam bahasa Yunani menggunakan kata “pheugo” yang dapat diartikan “melarikan diri.” Bentuk kata kerjanya adalah perintah untuk melakukan sesuatu secara terus-menerus.
Pada saat seseorang diberikan perintah untuk melakukan suatu kegiatan, maka orang yang menerima perintah tersebut tidak boleh tinggal diam (pasif) melainkan harus segera melakukan apa yang diperintahkan secara terus-menerus. Lebih kuat diterjemahkan dengan “larilah” daripada “jauhilah” karena kata larilah merupakan cara tercepat bagi seseorang untuk menghindari diri dari bahaya.
Bahaya dari apa? Pada ayat-ayat sebelumnya Paulus mengatakan “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan… Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (ayat 9 dan 10). Kalau orang dunia berlari dan mengejar kekayaan dan mengejar sampai melakukan berbagai cara baik benar maupun salah, kita bukanlah demikian. Mereka penyembah berhala mamon alias harta alias uang, tetapi kita menyembah Allah. Hati-hati dengan jebakan kekayaan dan popularitas.
Kita memang bisa mengikut ibadah online dari Senin sampai Minggu, tetapi Tuhan melihat hati kita. Jangan-jangan ibadah yang kita lakukan hanyalah “lip service” yang ternyata di kedalaman hati kita masih berdiri dengan tegak berhala yang namanya: harta, uang, dan popularitas.
Sepuluh Perintah Allah yang diberikan Tuhan kepada Musa, pada deretan yang paling atas adalah: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3). Berhala modern bukanlah patung, tetapi kedudukan, kekayaan, hobi, karir, harta, cita-cita, dan sebagainya. Kita memang perlu uang dan cita-cita, tetapi jangan menjadikan mereka yang paling utama. Kalau fokus hidupmu tidak lagi kepada Tuhan, maka waspadalah karena Anda mulai berpaling kepada “yang lain.”
Larilah dari itu semua! Lalu kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Inilah karakter ilahi yang harus kita kejar. Bukan sekedar kita ingini, tetapi kita melakukan dengan berbagai upaya dengan cara MENGEJAR! Mari kita disiplinkan diri kita dalam perkara-perkara rohani. Dunia penuh jebakan. Media sosial penuh jebakan. Internet penuh ranjau yang mematikan. Bijaklah dalam menggunakan berbagai perangkat di dunia modern ini. [DH]
Question:
1. Benarkah kita tidak boleh mengingini kekayaan dan harta benda duniawi? Mengapa?
2. Sudahkah Anda bijak dalam menggunakan medsos? Bagaimana respon Anda ketika melihat medsos penuh dengan jebakan perkara duniawi?
Values:
Berhala modern bukanlah patung, tetapi kedudukan, kekayaan, hobi, karir, harta, cita-cita, dan sebagainya.
Kingdom Quote:
Dunia penuh jebakan dan ranjau yang tidak kelihatan! Waspadalah dalam melihat, mendengar, dan mencerna dengan pikiranmu!
See also  Tidak Ada yang Disebut Kebetulan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*