Menabur Tanpa Memperhatikan Situasi

“Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana!”  Yesaya 32:20
Kehidupan dan kematian Jim Elliot adalah suatu kisah kesaksian tentang orang yang memiliki komitmen pada kehendak Allah. ”Di manapun engkau berada, letakkanlah hatimu di sana. Jalanilah sepenuhnya setiap keadaan yang kau yakini sebagai kehendak Allah”. Philip James Elliot (8 Oktober 1927 – 8 Januari 1956) menjadi martir Kristus dalam rangka menjangkau Auca Indian di daerah Equador dengan Injil. Wikipedia (Inggris).
Setelah Jim Elliot meninggal, istri dan beberapa orang mengambil langkah untuk mengambil alih tempatnya dan memenangkan suku penyembah berhala kepada Tuhan Yesus Kristus. Melalui kematian Jim Elliot, keselamatan datang di Auca Indian.
Sebuah benih tidak dapat menghasilkan sesuatu sampai pertama-tama ia ditabur ke dalam tanah dan mati (Yohanes 12:24). Potensi di dalam setiap benih adalah menghasilkan panen, tetapi itu akan sia-sia sampai ia ditabur di dalam tanah. Yesus mengatakan bahwa prinsip untuk mendapat adalah melalui kehilangan dan menerima melalui memberi (Matius 10:39; Lukas 18:29-30). Benih harus mati: Benih kelihatan mati di mana tidak ada daun-daun hijau, tidak ada tunas atau cabang yang muncul. Agar benih tumbuh, benih harus dikubur. Intinya, benih itu harus mati. Ini pararel dengan kebenaran rohani.
Kehidupan Rohani tergantung pada korban kematian. 1 Korintus 15:36, _“Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.” Agar melahirkan kehidupan kekal, adalah perlu bagi Yesus mati di atas kayu salib. Pelayanan-Nya kelihatannya sia-sia karena berakhir dengan kematian, tetapi Dia sedang menabur waktu. Melalui kematian-Nya, berjuta-juta orang menemukan kehidupan!
Anda harus menabur tanpa memperhatikan situasi. Siapa yang memperhatikan situasi tidak akan pernah masuk dalam siklus ilahi dari tuaian. ”Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai” (Pengkhotbah 11:4).
Strategi penting tentang tuaian rohani adalah di mana Anda harus menabur tanpa memperhatikan situasi. Anda harus menabur di tempat yang terdapat air” yang artinya dalam segala situasi. Tuhan telah berjanji itu akan menghasilkan panen yang melimpah. Ishak menabur benihnya dan memperoleh panen dalam masa kelaparan. Yesus memuji seorang janda yang tidak memiliki banyak untuk memberi, karena dia memberi dengan pengorbanan. Anda mengerti? [AU]
Questions:
1. Apa yang dimaksud dengan menabur tanpa memperhatikan situasi?
2. Apa syarat-syarat menabur yang sesuai dengan kebenaran rohani?
Values:
Potensi di dalam setiap benih adalah menghasilkan panen, tetapi itu akan sia-sia sampai ia ditabur di dalam tanah.
Kingdom Quote:
Taburlah terus, suatu saat akan terjadi penuaian besar. Mungkin bukan Anda yang menuai, apapun itu, yang penting untuk Kerajaan-Nya.
See also  Deja Vu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*