Orang Kuat Selalu Punya Pengharapan

“Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.” Pengkhotbah 9:4
Beberapa waktu yang lalu, sekali lagi saya mendengar berita tentang peristiwa bunuh diri di rel kereta api. Seorang pemuda sengaja tidur di tengah rel kereta saat kereta api hendak melintas. Mungkin bagi sebagian orang kejadian itu sudah biasa, tapi bagi sebagian orang kejadian itu tetap menjadi hal yang mengejutkan.
Menjalani hidup akhir-akhir ini memang butuh perjuangan ekstra. Tantangan yang semakin berat memaksa kita berpikir keras serta memutar otak untuk menyiasatinya. Tidak sedikit yang sudah berguguran di tengah jalan dengan memilih ‘berani mati’ daripada dengan kepala tegak berani menantang hidup ini.
Sekilas jika membaca tulisan Salomo dalam Pengkhotbah, segala sesuatu dalam hidup tidak ada gunanya. Jika tidak berhati-hati pernyataannya bisa disalah mengerti. Ia seakan sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu sia-sia. Segala sesuatu yang ada di bawah matahari tidak ada gunanya. Nasib semua orang sama: berakhir di liang kubur. Jika hanya membaca sampai di sini, orang bisa putus asa.
Tetapi Pengkhotbah 9:4 menawarkan sebuah harapan. Orang yang “hidup” mempunyai harapan. Harapan seperti apakah yang ditawarkan? Jika menilik frasa ‘makanlah rotimu’ dan ‘minumlah anggurmu’ (Pengkhotbah 9:7), ternyata Tuhan mengaruniakan hidup yang BISA DINIKMATI. Hasil usaha yang kita kerjakan adalah karunia-Nya untuk dinikmati. Meski demikian ada batas yang digariskan Tuhan agar hal menikmati hidup ini tidak justru mengarah ke jurang hedonisme (hidup untuk bersenang-senang). Itu sebabnya Tuhan membatasinya dengan sebuah tanggung jawab: mengerjakan segala yang dijumpai tangan kita dengan penuh tanggung jawab. Dalam kehidupan pasti Tuhan memberikan sesuatu yang bisa kita nikmati, tidak melulu tantangan dan perjuangan. Berkat selalu diberikan supaya kita tetap bersemangat.
Manusia tanpa pengharapan sama dengan orang yang hidup dalam kematian. Sama seperti percobaan seekor tikus yang harus berenang di ember namun lampu dimatikan pasti akan lebih cepat mati dibanding yang berenang dalam keadaan lampu menyala. Sebab saat lampu menyala ia tetap bisa melihat pinggiran ember dan terus berjuang menggapainya. Namun jika lampu dimatikan, ia tidak mampu melihat pinggiran ember dan akhirnya putus asa untuk terus berjuang. Bagaimana dengan Anda, punyakah pengharapan di dalam Tuhan? Be Strong!  [JB]
Kunjungi : AquilaCenter
Questions:
1. Menurut Anda lebih baik mana, ‘berani mati’ atau ‘berani hidup’? Jelaskan
2.Menurut Anda apa pentingnya memiliki pengharapan dalam menjalani kehidupan?
Values:
Ibrani 6:19a “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita”, pengharapan merupkan pegangan yang memampukan kita bertahan menghadapi tantangan kehidupan.
*Manusia tanpa pengharapan sama dengan orang yang hidup dalam kematian.*
See also  Power of (His) Blood

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*