Atheis and Theis

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” Yohanes 1:11-12
Seorang atheis, berdebat tentang Allah dan berkata kalau Allah ada dan maha kuasa, apakah Dia mampu menciptakan batu yang Dia sendiri tidak kuat mengangkatnya. Lalu dengan logika sempitnya si atheis ini berdalih, kalau Allah maha kuasa berarti Allah mampu menciptakan apa saja, tapi kalau Ia berhasil menciptakan batu yang tak mampu diangkat-Nya berarti Dia tidak maha kuasa.
Dengan logika yang mirip si atheis, Allah yang Mahakuasa, (yang tak ada yang mustahil baginya), bukan menciptakan batu yang tak mampu ia angkat. Namun Ia telah mengambil rupa (berinkarnasi) sebagai seorang manusia yang berkodrat ciptaan. “Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:6-7)
Dalam kemahakuasaan-Nya, Dia yang ilahi telah mengosongkan diri dan berinkarnasi sebagai manusia yang adalah kodrat ciptaan yang fana, lahir dari rahim seorang wanita perawan (Matius 1:20-21) menjadi manusia berdaging yang tidak berkuasa dan tunduk pada Alam ciptaan-Nya, tunduk pada dimensi ruang dan waktu.
Suatu rancangan ilahi yang yang tidak masuk akal, suatu kebodohan dan batu sandungan (1 Korintus 1:23) baik bagi yang atheis maupun yang theis. Dan bukan hanya menjadi sama dengan manusia saja tetapi Dia taat sampai mati di kayu Salib. Disalibkan oleh kolaborasi manusia theis dan atheis (Yahudi dan Romawi) yang adalah ciptaanNya.
Ini semua Dia lakukan dengan suatu tujuan agar baik manusia yang atheis maupun yang theis yang adalah ciptaan-Nya dapat mengambil bagian dalam kodrat illahi (2 Petrus 1:24). Ia melakukan ini untuk menebus/menggantikan apa yang tak mampu dilakukan manusia (baik yang atheis maupun yang theis), karena tak ada pilihan lain.
Di kayu Salib, Ia berseru “Ya Bapa ampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Mungkin sampai disini pun logika Anda belum dapat menangkapnya, namun tak perlu cemas karena Dia yang menciptakan Anda mengerti semua cara berpikir Anda, akan sanggup memberikan pengertian kepada Anda (baik yang theis maupun yang atheis) tepat pada waktunya. Hanya jangan Anda mengeraskan hati. [DD]
Question:
1. Menurut Anda mengapa Allah yang berinkarnasi adalah kebodohan ?
2. Bagaimana Anda bisa mempercayai Kristus adalah Tuhan?
Values:
Setiap warga Kerajaan menerima panggilan dan diangkat menjadi putra-Nya, atas kedaulatan Sang Raja, bukan kehendak pribadi.
Kingdom Quote:
Eksistensi illahi sangat luas dan dalam sehingga tak mungkin semuanya bisa kita pahami.
See also  Bertanggung Jawab

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*