Dasar Bagi Orang Percaya

“Namun, kamu tidak mau memasuki negeri itu. Kamu tidak menaati perintah TUHAN, Allahmu. Dalam tenda, kamu bersungut-sungut serta berkata, ‘TUHAN membenci kita! Dia membawa kita keluar dari tanah Mesir, untuk dibinasakan oleh orang Amori.’ TUHAN, Allahmu, ada di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang telah dilakukan-Nya di depan matamu, di Mesir. Kamu telah melihat yang terjadi di padang belantara bagaimana TUHAN mendukungmu bagaikan seorang ayah mendukung anaknya. Dia membawamu dengan selamat sepanjang jalan hingga tiba di tempat ini”_ (AYT-Ulangan 1:26-27, 30-31)
Kalau kita berpikir bahwa dengan adanya banyak mujizat maka bangsa Israel tidak akan mudah goyah menghadapi apapun juga, maka itu adalah sebuah asumsi yang salah. Saat melihat fakta bahwa banyak para raksasa di tanah Kanaan yaitu tanah yang mereka sedang tuju maka mereka menjadi begitu takut dan tidak percaya lagi kepada Tuhan.
Dikatakan bahwa dalam tenda mereka mengomel dan menggerutu. Lalu keluarlah tuduhan bahwa Tuhan membenci mereka dengan cara membawa mereka keluar dari Mesir lalu hendak dibinasakan oleh para raksasa yaitu orang Amori. Tidak mempercayai Tuhan apalagi menuduh-Nya dengan asumsi yang salah itu dapat berakibat fatal. Dan benar bahwa generasi itu tidak akan pernah menikmati tanah Kanaan sebab mayat mereka akan berserakan di padang gurun.
Ada dua alasan utama yang seharusnya menjadi dasar bagi bangsa Israel dan bagi kita juga di zaman sekarang untuk tidak melupakan penyertaan Tuhan dan tidak melupakan janji yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
Yang pertama, pada ayat 30 katakan bahwa Tuhan ada di depan kita, yang artinya bahwa Tuhan memegang masa depan kita. Bukan hanya itu saja tapi dikatakan bahwa dia akan berperang buat kita. Namun jangan diartikan bahwa kita menjadi pasif lalu hanya duduk dengan bermalas-malasan saja. Kita juga tetap harus berperang tapi disertai Tuhan. Dan ini menjadi jaminan kemenangan dalam hidup kita jika Tuhan yang menyertai.
Yang kedua, pada ayat 31 ditegaskan bahwa Tuhan itu adalah seorang ayah yang mendukung anaknya. Berarti Allah menyatakan diri-Nya sebagai Bapa yang mengasihi anak-Nya yaitu kita semua. Bukankah ini sebuah jaminan yang seharusnya tidak menggoyahkan kepastian yang Tuhan berikan bahwa dia mengasihi kita dan tidak akan membiarkan kita sendirian. Tidak pernah ada di agama manapun bahwa Allah itu adalah Bapa kita. Jadi Allah memberikan ketegasan kepada kita bahwa dia adalah Bapa kita.
Jadi, apapun yang sedang kita alami saat ini tetaplah tenang dan percaya bahwa tangan dan hati Tuhan ada dalam hidup kita. Haleluya, Amin. [DH]
Question:
1. Apakah Anda mempercayakan sepenuhnya masa depan Anda kepada Tuhan Yesus, mengapa?
2. Percayakah Anda bahwa Tuhan Yesus menyertai Anda saat ini dan selamanya? Saksikan.
Values:
Apapun yang sedang kita alami saat ini tetaplah tenang dan percaya bahwa tangan dan hati Tuhan ada dalam hidup kita.
Kingdom Quote:
Jika Tuhan beserta kita, tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kita!_
See also  Manusia Baru

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*