Menjadi Teladan

“Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.”_ Titus 2:6-8
Sebagai seorang hakim saya terbiasa dimutasi ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Setiap berdinas di kantor yang baru, saya harus memulai dari pengenalan terhadap rekan-rekan kerja saya, yakni pimpinan dan seluruh personil yang ada di bawahnya. Beberapa kali dalam pengalaman dinas tersebut, saya bertemu dengan bawahan yang usia dan pengalamannya jauh lebih senior dari pada saya. Tapi banyak juga saya mendapati bawahan yang usia dan pengalamannya jauh lebih yunior dari pada saya.
Di awal karir saya sebagai hakim, saya bertemu dengan beberapa senior yang menjadi seperti mentor dan _coach_ bagi saya. Persis seperti pesan Paulus kepada Titus dalam ayat bacaan kita hari ini, demikian pula saya pernah dinasihati oleh mereka. Ketika melihat ada resistensi bawahan di kantor, salah seorang senior saya mengingatkan bahwa kunci utama dari menghadapi resistensi bawahan adalah menjadi teladan. Menurut senior saya ini, hanya dengan keteladanan saja maka orang-orang yang tidak sependapat bahkan yang berusaha menjatuhkan, tidak akan dapat menemukan kesalahan atau cela kita sehingga akhirnya mereka malu dan tidak dapat melawan.
Kata-kata senior saya ini sungguh terbukti. Ketika ia sedang memimpin rapat dan memberikan teguran atas kinerja bawahan, tidak ada satupun yang berani membantahnya. Bukan karena saat itu kebetulan ia sedang menjabat sebagai ketua atau pimpinan kantor, tapi karena seisi kantor tahu betapa baik dan tidak bercelanya dirinya. Senior saya ini selalu menunjukkan sifat yang rajin dan ulet. Pekerjaanya selalu selesai dengan rapih dan sesuai target. Akibatnya ia bukan saja disegani oleh seisi kantor, tapi juga dikagumi oleh rekan-rekan dari berbagai satuan kerja lainnya, karena kedisiplinan kerjanya tersebut telah dilakukan sejak ia masih muda. Bahkan ketika saya berkunjung ke satuan kerja lainnya, orang lain segera mengenali saya sebagai anak buah dari senior saya ini.
Pesan Paulus kepada Titus sangatlah jelas. Ia meminta Titus untuk mengajarkan orang muda supaya menguasai diri dalam segala hal dan menjadi teladan dalam berbuat baik, karena Paulus mengetahui bahwa orang muda sering dianggap remeh, tidak berpikir panjang dan sembrono. Selain itu Paulus menegaskan kunci dari menghadapi perlawanan orang-orang yang menentang kita adalah sikap kita yang jujur dan penuh integritas, yaitu melaksanakan ajaran yang kita ajarkan dengan sungguh-sungguh, serta menyampaikan pesan dengan bijaksana. Jika kita ingin menjadi pemimpin yang membawa pengaruh, maka itu semua harus dilakukan sejak kita masih muda. Sebab keteladanan bukan tercipta dari perbuatan baik dalam semalam saja, tapi melewati berbagai proses pembuktian oleh waktu. Di manapun Anda ditempatkan saat ini, jadilah teladan bagi orang di sekeliling Anda! Anda bersedia? [YMH]
Question:
1. Apa pesan Paulus kepada Titus mengenai orang muda?
2. Mengapa Paulus menasihatkan demikian untuk orang muda?
Values:
Sebagai warga dan perwakilan Kerajaan Allah di bumi, kita selalu dituntut untuk menjadi teladan di manapun kita ditempatkan.
Kingdom Quote:
“A good example is the best sermon” –Benjamin Franklin-
See also  Power of (His) Blood

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*