Antara Harta dan Hati

arabian origin treasures in chest lying in the dubai desert sand.
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.”_ Matius 6:19-21
Pada suatu kesempatan, Tuhan Yesus menguji seorang pemimpin muda kaya yang datang kepada-Nya. Kisah ini ada di dalam lnjil Matius 19:16-26 dan Injil Lukas 18:18-27. Pemimpin muda ini bertanya kepada Yesus apakah yang harus diperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal.
Dengan bangga pemuda kaya ini berkata kepada Yesus bahwa seluruh perintah Allah telah dia lakukan semuanya, namun Yesus berkata kepada pemimpin muda tersebut jika hendak sempurna, ia harus pergi untuk menjual segala miliknya dan memberikan semuanya itu kepada orang-orang miskin, lalu datang mengikut Yesus. Ketika mendengar perkataan Yesus, pemimpin muda yang kaya ini merasa sedih karena begitu banyak harta yang dimilikinya. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Dari kisah ini apakah berarti setiap kita harus menjual semua milik kita untuk megikut Yesus dan seolah-olah jika kita hendak masuk sorga maka kita harus menjadi miskin? Mungkin kita sering mendengar sebuah ungkapan, “biarpun miskin di dunia asalkan kita kaya di sorga”. Benarkah demikian? Menjadi kaya dalam kehidupan kita adalah ide dan kasih karunia Tuhan. (2 Korintus 8:9). Tuhan senantiasa menginginkan anak-anak-Nya berhasil dan semakin berbuah. Tidak sukar bagi Tuhan untuk merubah hidup kita menjadi kaya di bumi. Yang sukar adalah ketika kita sudah diberkati dan menjadi kaya, apakah kita tetap bisa masuk dan berada di dalam Kerajaan Sorga.
Tuhan Yesus sudah memberikan kepada kita kunci bagaimana tetap berada di dalam Kerajaan Sorga dan menikmati kekayaan berkat dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Harta dan hati menempati tempat yang sama dan selalu bersaing untuk saling mempengaruhi dan menguasai satu dengan yang lain (Matius 6:21). Ketika Yesus menguji pemimpin muda yang kaya itu, Tuhan Yesus ingin melihat manakah yang lebih berkuasa harta atau hatinya?
Jika pemimpin muda itu senantiasa mengembangkan kapasitas hatinya maka tidak sulit baginya untuk melepas segala hartanya. Namun selama ini yang dia kembangkan adalah kapasitas hartanya, jadi dia melakukan segala Hukum Taurat bukan didasari karena hatinya mengasihi Tuhan melainkan dengan motivasi agar hidupnya diberkati. Sehingga ketika Yesus menguji dirinya pada titik terlemah yaitu kekayaan, ia tidak bersedia untuk mengutamakan Kristus lebih daripada hartanya.
Demikian juga dalam kehidupan kita tidak salah menjadi kaya dan diberkati asalkan kita senantiasa mengembangkan kapasitas hati dengan melakukan segala perintah Tuhan karena kita benar-benar mengasihi-Nya dan senantiasa berpikir serta melihat kebutuhan orang-orang di sekeliling kita. Muliakanlah Tuhan dengan harta yang telah Tuhan percayakan dalam hidup kita. Anda bersedia? [RSN]
Question:
1. Apakah seorang yang kaya sukar masuk ke dalam KerajaanSorga?
2. Bagaimana agar seorang yang kaya tetap bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga?
Values:
Orang kaya yang hatinya sempit akan sukar masuk ke dalam Kerajaan Sorga karena dia tidak akan pernah siap untuk berbagi dan kehilangan miliknya.
Kingdom Quote:
_Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)_
See also  Hari Sabat untuk Manusia, Bukan Manusia untuk Hari Sabat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*