Hadapi Pertempuranmu

“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14
Ayat ini memang banyak disalahgunakan sebagai alasan untuk hidup pasif dan berdoa secara salah, sebab mereka berharap bahwa hanya Tuhan yang melakukan semuanya dan kita tidak melakukan apa-apa. Ya, memang benar kalau bangsa Israel untuk suatu perintah secara spesifik mereka harus berdiam, sebab Tuhan yang akan berperang buat mereka. Tetapi dalam situasi lain, justru orang Israel harus berperang untuk merebut tanah Kanaan. Saya pikir bahwa orang Israel lebih banyak perangnya daripada menunggu saja.
Dalam Bilangan 1:1-16 Tuhan memberikan perintah kepada Musa, “Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel” (Bilangan 1:2). Jadi yang dihitung adalah mereka yang berusia di atas 20 tahun dan yang memiliki kesanggupan atau kesiapan untuk berperang. Jadi jelaslah sudah bahwa kelak bangsa Israel akan menghadapi banyak sekali ujian dan tantangan sebelum mencapai tanah perjanjian Tuhan. Jadi perjalanan bangsa Israel menuju ke Kanaan sangat berat. Saat berada di padang gurun banyak yang mati secara mengenaskan. Mereka mati bukan karena dibunuh oleh musuh, tetapi oleh karena ketidakpercayaan mereka sendiri.
Bukankah hidup itu ibarat peperangan dan pergumulan dengan berbagai situasi yang kita hadapi? Bukankah kita seringkali merasa hampir tidak kuat lagi dengan berbagai persoalan yang ada dalam hidup kita? Jangan meminta Tuhan yang “berperang” untuk kita. Mintalah Ia menyertai kita dalam medan peperangan. Mintalah kekuatan yang lebih besar. Mintalah mata iman yang lebih terbuka untuk melihat tangan Tuhan yang terulur memegang tangan kita. Mintalah tenaga yang ekstra kuat untuk memenangkan peperangan.
Tapi dengarlah suara-Nya. Kalau memang Dia berkata supaya kita diam, diamlah. Tetapi kalau tidak ada perintah itu, bergeraklah dan hadapi semuanya. Atau kalau tidak ada suara apapun juga, tetap bergeraklah. Terus bergerak. Hadapi pertempuranmu! Hadapi musuhmu! Hadapi persoalanmu sambil mata yang terus memandang kepada Tuhan yang sanggup memberikan kekuatan dan kemenangan buat kita. [DH]
Questions:
1. Apakah Tuhan selalu memerintahkan kita untuk diam saja dalam setiap peperangan kita? Mengapa?
2. Bagaimana jika Tuhan diam saat Anda dalam masa peperangan?
Values:
Jangan meminta Tuhan yang “berperang” untuk kita. Mintalah Ia menyertai kita dalam medan peperangan.
Hidup adalah pertempuran yang tidak berakhir sampai Kristus datang yang kedua kali.
See also  Integritas Ilahi Vs Integritas Duniawi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*