Bersyukur atau Bersungut

“Jawab Yesus kepada mereka: “Jangan kamu bersungut-sungut.”Yohanes 6:43
Setiap orang memiliki sikap yang tak sama. Setiap orang memiliki respon yang berbeda dalam menghadapi masalah yang mereka hadapi. Setiap orang dapat mengalami pertentangan batin dalam kehidupan mereka saat menghadapi persoalan kehidupan yang tiba-tiba datang kepada mereka. Dalam hal yang sederhana, ada dua hal yang bertentangan dalam kehidupan ini, bersungut-sungut dan bersyukur. Mana yang anda pilih? Apa perbedaan nyata dari orang yang bersungut-sungut dan bersyukur?
Yang pertama, bersungut-sungut. Kata bersungut-sungut dalam KBBI memiliki arti mencomel/menggerutu. Wajah orang yang menggerutu tampak kecut dan tidak ceria karena ia kecewa terhadap peristiwa yang ia hadapi atau peristiwa yang dialami orang lain. Jadi orang yang bersungut-sungut sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan apa yang sedang ia hadapi.
Orang yang bersungut-sungut juga dapat disebabkan karena ia turut peduli dengan penderitaan orang lain. Sepertinya hal ini baik jika kita merasa peduli dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh orang lain. Namun ini sikap yang tidak benar, karena saat kita bersungut-sungut sebenarnya kita tidak bisa mengubah keadaan orang lain, bahkan kita pun tidak dapat memberikan solusi kepada mereka.
Bersungut-sungut adalah tanda orang yang tidak mengenal TUHAN. Bersungut-sungut adalah kehidupan orang yang mengandalkan diri sendiri. Bersungut-sungut adalah kehidupan orang egois dan tidak pernah puas. Ingatlah sikap bersungut-sungut dapat menular kepada orang yang memperhatikannya. Bagaimana dengan anda? Apakah anda masih sering bersungut-sungut?
Yang kedua, bersyukur. Kata bersyukur dalam KBBI memiliki arti berterima kasih/mengucapkan syukur. Sikap bersyukur ditandai dengan wajah yang ceria dan berseri-seri. Orang yang dapat bersyukur sedang menebarkan harapan dan sukacita di saat situasi sedang tidak baik. Bersyukur adalah tanda orang yang mengenal TUHAN.
Orang yang dapat bersyukur sadar bahwa tidak semua hal dapat ia kendalikan, namun ia bertanggung jawab untuk mengendalikan respon hatinya. Orang yang bersyukur sadar bahwa ia tidak dapat mengubah masalah yang telah terjadi, namun ia percaya bahwa TUHAN sanggup mengubah masalah menjadi kesempatan melihat rencana TUHAN yang jauh lebih indah daripada rencananya sendiri.
Orang yang mengenal TUHAN percaya bahwa segala sesuatu terjadi atas kontrol TUHAN. Bersyukur adalah gaya hidup dari orang yang mengandalkan TUHAN. Dengan bersyukur kepada TUHAN kita sedang menguatkan diri sendiri dan orang-orang yang melihat sikap kita. Bersyukur adalah kehidupan orang yang percaya dan berserah kepada TUHAN. Ingatlah bahwa sikap bersyukur dapat menular kepada orang di sekitar kita. Apakah anda memiliki gaya hidup bersyukur kepada TUHAN setiap hari? [DW]
Questions:
1. Apakah pandangan anda tentang orang yang ‘BERSUNGUT-SUNGUT dan BERSYUKUR’?
2. Mengapa menjaga sikap hidup itu sangat penting?
Values :
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang percaya bahwa selalu ada rencana Allah yang indah di balik setiap masalah yang ia hadapi.
Dalam bersyukur ada kuasa TUHAN yang luar biasa.
See also  Ketulusan Dalam Menerima Keputusan Bapa

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*