Hidup Jangan Santai

“… Jika kamu bangsa yang besar, pergilah ke hutan dan bukalah lahan di sana, di negeri orang Feris dan orang Refaim, apabila Pegunungan Efraim terlalu sesak bagimu.” Keturunan Yusuf berkata, “Pegunungan itu tidak cukup bagi kami, dan orang Kanaan yang tinggal di lembah-lembah itu mempunyai kereta-kereta besi, baik yang di Bet-Sean dengan anak-anak kotanya maupun yang di Lembah Yizreel”_ AYT – Yosua 17:15-16
Suku Yusuf adalah bangsa yang besar, tetapi nyalinya kecil. Sebab mereka meminta bagian tanah pusaka yang lebih luas namun ketika mereka ditawari ke hutan, di negeri orang Feris dan orang Efraim, mereka ngeri dengan peralatan perang mereka. Dengan kata lain, mereka mau mendapatkan tanah luas, namun kalau bisa tanpa perjuangan.
Itu juga yang terjadi dengan banyak orang Kristen. Mereka maunya mendapatkan berkat, tetapi tanpa perjuangan atau tanpa usaha. Nunggu angpao datang! Contohlah apa yang terjadi dengan bangsa Israel. Meskipun Allah berjanji memberikan Kanaan, namun bukan berarti mereka dapat menguasainya dengan begitu mudah.
Ada perjuangan. Ada pergumulan. Ada air mata. Ada tetesan darah. Tetapi orang yang percaya kepada Tuhan akan melalui setiap pergumulan bersama dengan Allah, dan ia pasti mendapatkan apa yang Tuhan janjikan. Pergumulan kita bukanlah mengangkat senjata seperti bangsa Israel saat itu. Pergumulan kita adalah “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar (fight the good fight of the faith) dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”_ (1 Timotius 6:12).
Kalau kita mau “hidup” berarti kita harus siap berjuang. Tidak ada hidup tanpa perjuangan. Tidak ada hidup yang santai. Semuanya dilalui dengan perjuangan. Tetapi kita tahu bahwa janji Allah diberikan untuk kita. Kanaan adalah untuk kita. Namun di dalam Kanaan sendiri masih banyak raksasa yang harus ditaklukkan.
Dan musuh terbesar yang kerap melumatkan orang Kristen bukanlah para raksasa itu, melainkan kebimbangan kita. Kita sering bertindak ragu untuk memasuki Kanaan, sebab di dalamnya masih banyak raksasa yang berkeliaran berserta dengan kereta tempurnya. Tetapi kalau kita mau merebut Kanaan, kita harus maju dan berperang melawan mereka.
Apa yang sedang kita gumulkan? Apakah kita seperti berada di tengah kepungan para raksasa? Persoalan menjadi berlipat kali ganda? Ingat bahwa janji Allah adalah untuk kita. Kanaan disediakan untuk kita. Jadi apapun kebutuhan kita saat ini, itu adalah Kanaan kita. rebutlah dengan iman dan yakinlah bahwa Allah bersama kita. [DH]
Questions:
1. Bagaimana perjuangan bangsa Israel merebut tanah Kanaan?
2. Apa yang menjadi alasan kemenangan yang Tuhan berikan kepada kita?
Values:
Hidup tanpa perjuangan adalah iman tanpa perbuatan.
Kingdom Quote:
Hidup santai akan membawa kepada kehancuran.
See also  Lima Pilar Teologi Pentakosta

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*