Hurufiah

“Seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain” 2 Petrus 3:15-16
Arti kata hurufiah atau harafiah adalah sesuai dengan yang tertulis. Kata lainnya adalah literal, atau “letterlijk” di dalam bahasa Belanda. Yang dimaksud sesuai yang tertulis adalah tidak diartikan secara luas sesuai konteksnya, hanya terpatok sesuai yang tertulis saja. Di dalam mempelajari Firman Tuhan seseorang sebenarnya tidak boleh hanya mengartikan secara yang tertulis (hurufiah) saja namun harus juga mencari latar belakang mengapa ayat itu tertulis, menggali apa maksud dan tujuan penulis menulis ayat tersebut, latar belakang sejarah dan lain- lain.
Anda mungkin pernah mendengar kata ‘jangan melihat apa yang tersurat tetapi melihat apa yang tersirat’, ini maksudnya jangan kita hanya melihat yang kelihatan dan yang terbaca di permukaan tetapi kita harus dapat menggali dan melihat maksud sesungguhnya dibalik semua yang terlihat di permukaan.
Seorang peneliti sejarah, seorang detektif, seorang ahli hukum, seorang psikolog sangat mengerti dengan ungkapan yang “tersurat” dan yang “tersirat” ini. Dan seharusnya setiap kita mempunyai dimensi cara berpikir seperti mereka yaitu tidak hanya melihat di permukaan tetapi bisa melihat maksud sebenarnya dibalik apa yang ada di permukaan.
Seseorang akan lebih bijaksana jika bisa belajar melihat segala sesuatu dengan cara pandang yang lebih luas, dengan demikian bisa menyimpulkan sesuatu keadaan dengan lebih baik dan dapat memutuskan sebuah tindakan dengan tepat. Contoh, bila seorang istri berkata kepada suaminya, “Sayang belakangan ini kamu tidak pernah ada di rumah”. Ini sebenarnya bukanlah secara fisik suaminya tidak pernah ada di rumah, tetapi si istri sedang mengharapkan perhatian (quality time) dari suaminya. Seandainya si suami tidak mengerti ini bisa saja ia dengan marah-marah berkata, “Kamu seperti perempuan tidak waras, bukankah aku selalu pulang ke rumah setelah bekerja, memangnya selama ini aku menghilang ke mana?”
Apa yang terjadi jika si suami hanya melihat dan mendengar secara hurufiah? Pasti terjadi pertengkaran yang berkepanjangan di tengah keluarga.
Demikian juga saat ini kalau banyak terjadi perdebatan di semua bidang kehidupan, agama, hukum, politik, ini seringkali karena dimensi pemahaman yang berbeda, mereka hanya melihat hal yang tersurat dan bukan tersirat. Jadilah bijaksana dan punyailah dimensi melihat yang tersirat dibalik yang tersurat, sehingga Anda tidak dijuluki seorang yang “gagal paham”. [DD]
Questions:
1. Apa arti hurufiah?
2. Benarkah kita perlu menarik pemahaman yang tersirat dan yang tersurat? Jelaskan.
Values:
Sebagai warga Kerajaan kita seharusnya terlatih memahami hal yang tersembunyi di balik fakta yang terlihat.
Kingdom Quote:
Semua orang bisa membaca yang tertulis, hanya orang yang berhikmat yang bisa membaca arti dibalik yang tertulis.
See also  Melarang atau Mendorong Anak?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*