Keberanian untuk Bertindak

“Namun kamu, jadilah kuat dan jangan biarkan tanganmu menjadi lemah. Ada upah untuk pekerjaanmu!” Ketika Asa mendengar perkataan dan nubuat Nabi Oded, dia pun memberanikan dirinya. Dia menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin, serta dari kota-kota yang dia rebut di Pegunungan Efraim. Dia memugar mazbah TUHAN yang terletak di depan serambi bait TUHAN.” 2 Tawarikh 15:7-8 (AYT)

Di antara semua raja-raja yang pernah memerintah di Israel maka Raja Asa adalah salah satu raja yang merespons dengan benar setiap teguran dan firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Allah. Zaman itu memang berlaku sistem keagamaan yang cenderung retributif. Maksudnya, segala tindakan Allah hanyalah respons terhadap perbuatan manusia. Siapa yang taat akan mendapat berkat. Siapa yang fasik akan menerima hukuman.

See also  Ukuran Sukses

Kecenderungan bangsa Israel yang melanggar hukum Tuhan serta suka menyembah berhala mungkin menjadi penghalang yang tidak mudah bagi Raja Asa untuk melakukan firman Tuhan, apalagi ditambah dengan tradisi para raja yang selalu menjadi penyembah berhala.

Namun ketika Raja Asa mendengarkan Firman yang disampaikan oleh nabi dari Tuhan maka Alkitab mengatakan bahwa dia bertekad, berupaya, berusaha, dan dengan kehendaknya ia mau melakukan firman Tuhan. Ia memberanikan diri menyingkirkan para berhala dan dewa-dewa asing.

Kita perlu menggarisbawahi kata “memberanikan diri” karena kata ini bermakna bahwa inilah bagian yang harus kita lakukan. Jadi tidak bertindak pasif atau hanya menunggu “Tuhan bekerja,” tetapi ada bagian yang harus kita lakukan yaitu “memberanikan diri untuk bertindak.”

See also  Kedaulatan Tuhan dan Kehendak Bebas Manusia

Jadi dalam perjalanan hidup ini pun kita perlu memberikan diri untuk melakukan kehendak Tuhan. Dan kalau ada hal baik yang harus kita lakukan, maka beranikanlah diri kita untuk melakukannya. Tuhan pasti menyertai orang-orang yang membela firman-Nya. Ia memberikan kekuatan kepada mereka yang rindu untuk melakukan kehendak-Nya. [DH]

Questions:
1. Mengapa kita perlu melakukan kehendak Tuhan?
2. Apa hambatanvmelakukan kehendak Tuhan?
Values:
Seorang yang pasif akan selalu kehilangan inisiatif melakukan kehendak Tuhan.
Kingdom Quote:
Keberanian untuk bertindak adalah dasar untuk mencapai kesuksesan di dalam Tuhan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*