Joyfull Heart

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat-.” Amsal 15:13
Dalam masa pandemik Covid 19 ini salah satu tips atau pesan yang paling sering diungkapkan untuk menjaga kondisi kesehatan mental kita adalah menjaga hati tetap bersukacita. Pesan ini juga kerap diberikan kepada para penderita covid 19, agar selama menjalani proses perawatan diharapkanjuga membangun sikap mental bersukacita.
Secara biologis, ternyata memang kegembiraan menstimulasi fungsi hormon-hormon “kebahagiaan“ yaitu zat dopamine dan serotonin yang akan menstimulan peningkatan fungsi otak, system peredaran darah dan bahkan juga system kekebalan tubuh.
Aspek sukacita ini ternyata bukan sekedar reaksi emosional sesaat karena factor eksternal, seperti mendapat hadiah atau mengalami situasi yang baik. Firman Tuhan bahkan menunjukkan kepada kita agar bisa bersukacita senantiasa. Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah.” Hal ini bermakna bahwa sukacita bukanlah sekedar aspek emosional temporer tapi menjadi sebuah kebiasaan (habit ) dan bahkan menjadi sebuah kualitas hidup (karakter). Itulah sebabnya bahkan digambarkan bahwa sukacita itu adalah salah satu kualitasdari 9 buah Roh Kudus.
Character First menggambarkan karakter sukacita adalah sebuah kemampuan bersikap baik, gembira dalam setiap keadaan atau tugas. Pertanyaanya adalah bagaimana kita bisa bersukacita senantiasa dalam segala keadaan? Jika sumber sukacita kita bergantung pada kondisi eksternal yang berubah-ubah, maka akan membuat sukacita menjadi tidak konsisten, oleh karena itu kita perlu menemukan sumber sukacita yang konsisten.
Firman Tuhan dalam Kis 2:28 berkata: “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.” Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah-lah, baik itu pribadi-Nya,atau kesetiaan-Nya akan menjadi sumber sukacitakita yang sejati.
Alasan lain yang bisa membuat kita tetap dapat membangun sikap atau karakter sukacita ini di dalam segala keadaan adalah sebuah kesadaran bahwa Allah kita adalah Allah yang turut bekerja dalam segala situasi atau keadaan yang kita alami. Pengkotbah pasal 3 ayat 1 sampe 11 menggambarkan ada berbagai situasi musim kehidupan.
Ada waktu untuk menanam ada waktu untuk mencabut, ada waktu memiiki, ada waktu kehilangan yang kita miliki. Tapi segala keadaan itu adalah tetap menjadi sebuah keindahan bagi Tuhan, bukan karena situasinya, melainkan karena Allah memiliki tujuan (rencana kebaikan) kekal dalam segala situasi kehidupan kita.
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Anda mengerti? [HA]
Questions:
1. Bagaimana Anda menjaga hati Anda supaya tetap bisa bersukacita senantiasa?
2. Apa dampak yang Anda alami ketika hati Anda bersukacita terus?
Values:
Setiap warga Kerajaan akan selalu bersukacita sebab dia tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala keadaan.
Kingdom Quote:
Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta (Amsal 15:15)
See also  Tuhan Sumber Kemenangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*