Menanti-nantikan Tuhan

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”_ Yesaya 40:31
Saya menyukai olahraga lari, khususnya lari jarak jauh. Seperti kebanyakan pecinta olahraga lari, dalam berlatih saya sering menentukan titik awal (start point) dan titik akhir (finish point). Semakin sering kita berlatih maka semakin ingin kita menambah jarak antara start point dengan finish point. Namun seberapa jauh atau seberapa dekat start point dan finish point, yang paling penting adalah kita mengerti dan paham di mana persisinya letak dari finish point dan bagaimana cara mencapai ke sana. Saat mengetahui sudah mendekati finish point, maka saya akan memacu langkah saya agar dapat menyelesaikan latihan lari saya dengan baik.
Salah satu kisah yang mirip adalah kisah perenang perempuan legendaris bernama Florence Chadwick, yang gagal berenang melintasi laut terbuka dari Pulau Catalina menuju ke garis pantai California, Amerika. Saat itu ia gagal pada jarak kurang dari 1 mil saja dari finish point-nya. Penyebab utamanya bukan karena kelelahan atau faktor lainnya, namun karena ia semata-mata tidak mampu melihat finish point-nya. Saat itu garis pantai California tetutup oleh kabut yang tebal, sehingga ia merasa usahanya berenang menyeberang dari Pulau Catalina sepertinya sia-sia. Begitu ia naik ke atas kapal barulah ia sadar bahwa ia hanya kurang dari 1 mil saja dari finish point-nya. Akhirnya dua bulan kemudian ia menebus kegagalannya tersebut dengan berenang dari start point yang sama menuju finish point yang sama, namun pada hari yang berbeda, yakni hari yang cerah tanpa ada kabut yang menghalangi pandangannya. Akhirnya ia sukses tiba di finish point di garis pantai California.
Sama seperti ayat yang kita baca hari ini. Entah kita sedang berlari, berenang, atau bahkan sedang bekerja, membangun rumah tangga, atau membangun pelayanan, usaha kita akan terasa sangat sulit dan mungkin membuat kita menyerah hanya karena kita tidak mampu melihat finish point-nya. Yesaya 40:31 menyatakan jika kita menanti-nantikan Tuhan, ibaratnya seperti seorang pelari yang melihat finish point-nya sebagai tujuan akhir kita, maka Ia akan memberikan kekuatan yang baru bagi kita, seperti burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Kekuatan baru dari Tuhan itulah yang memampukan kita berlari tapi tidak menjadi lesu, membuat kita mampu terus berjalan namun tidak menjadi lelah.
Apapun beban dan tanggung jawab yang ada di pundak Anda, entah dalam rumah tangga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan, ataupun dalam kehidupan sosial Anda, ketika Anda menanti-nantikan Tuhan seperti seorang pelari yang melihat _finish point_-nya, maka akan ada kekuatan yang baru, semangat yang baru, yang memampukan Anda untuk dapat melewati semua tantangan dan rintangan di depan Anda. Amin [YMH]
Questions:
1. Apakah yang dimaksud dengan menanti-nantikan Tuhan?
2. Mengapa ketika menanti-nantikan Tuhan, kita justru akan menerima kekuatan baru?
Values:
Kunci dari memperoleh kekuatan yang baru adalah saat kita menanti-nantikan Tuhan, Sang Raja kita.
Kingdom Quote:
“Many will start fast, few will finish strog!”  – Gary Ryan Blair
See also  Pergi Bersama Yesus

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*