Pemimpin, Dilahirkan atau Diajarkan?

“dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” Markus 10:44-45
Pertanyaan seperti judul di atas sering ditanyakan karena pada kenyataannya kita melihat hanya sedikit orang yang mem punyai bakat memimpin. Sering kali kita melihat orang yang dijadikan pemimpin formal tetapi kita tidak melihat jiwa kepemimpinannya.
Apa yang dilakukannya hanya memanfaatkan orang orang yang dipimpinnya. Tetapi kita juga bisa melihat orang-orang yang bisa memimpin yaitu mengatur dan memotivasi orang lain walaupun ia bukan seorang pemimpin secara formal. Inilah yang mengakibatkan muncul pendapat bahwa pemimpin itu bakat sejak lahir dan bukan hasil didikan. Apakah memang benar demikian?
Alkitab menulis kisah tentang kepemimpinan pada saat Musa yang kewalahan memimpin bangsa Israel yang besar jumlahnya keluar dari Mesir. Yitro mertuanya menyarankan untuk memilih orang orang yang berbakat sebagai pemimpin untuk menjadi asistennya.
“Di samping itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” (Kel. 18:21).
Lalu sekali lagi apakah memang benar kepemimpinan itu bakat atau bisa diajarkan. Beberapa penulis mengatakan pemimpin tidak dilahirkan tetapi diajar. Pendapat ini ada benarnya, tetapi tidak seratus persen benar. Juga pendapat kepemimpinan adalah bakat, ini juga benar tetapi tetapi tidak seratus persen benar.
Kepemimpinan terbentuk jika seseorang meresponi dan melakukan nilai-nilai kepemimpinan saat sebuah proses kehidupan terjadi didalam hidupnya. Contoh, jika seseorang sejak kecil dimanja dan tidak diajar bertanggung jawab, maka tentu saja ketika dewasa tidak akan punya jiwa kepemimpinan karena suka mengalihkan tanggung jawab. Setelah dewasa bisa saja kemudian diajar atau diberi seminar, namun biasanya akan lambat merespon karena sudah terbiasa mencari jalan yang nyaman.
Ada jarak antara apa yang dimengerti dan apa yang biasa diperbuat, sehingga respon yang dilakukan tidaklah sama dengan teori kepemimpinan yang diajarkan. Perlu adanya sebuah perubahan yang dipaksakan, sehingga lama-lama menjadi kebiasaan. Itu sebabnya nilai kepemimpinan, seperti bertanggung jawab, suka berkorban, ringan tangan, menghormati sesama dan lain lain, perlu diajarkan sejak usia dini sehingga bakat atau kecakapan sebagai pemimpin telah menjadi “DNA” atau telah menjadi kebiasaan. [DD]
Question:
1. Mana yang benar: pemimpin itu dilahirkan atau diajarkan?
2. Mengapa pemimpin bukan hanya bakat dan perlu diajarkan?
Values:
Setiap warga kerajaan seharunya adalah juga seorang pemimpin, karena warga Kerajaan harus jadi terang atau teladan.
Kingdom Quote:
Kepemimpinan terbentuk jika seseorang meresponi dengan melakukan nilai-nilai kepemimpinan saat sebuah proses kehidupan terjadi di dalam hidupnya.
See also  Dibuang Sayang

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*