Pengharapan Eskatologis

“Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi keadilan kepada orang- orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!” Mazmur 72:2-4
Salah satu jenis mazmur yang harus kita pahami adalah yang kita sebut dengan mazmur mesianis. Mazmur ini menubuatkan tentang kedatangan Sang Raja dengan kerajaan-Nya di muka bumi ini dan keagungan kerajaan-Nya yang kekal dan tak terkalahkan.
Di sepanjang mazmur ini terdapat gambaran mengenai seorang raja yang ideal, dengan demikian mazmur ini memiliki makna mesianis. Dalam tradisi penafsiran Yahudi maupun Kristen yang terpengaruh oleh nubuat-nubuat dalam kitab Yesaya, juga Mazmur 9:5; 11:1 dst; Zakharia 9:8 dst.
Mazmur 72 ini merupakan lambang raja Mesias di masa mendatang, yang masa pemerintahan-Nya dilukiskan sebagai masa keadilan, kejujuran, damai dan kemakmuran berlimpah serta kesejahteraan umat-Nya. Apabila bangsa Israel dalam Perjanjian lama mempunyai pengharapan mesianis yaitu akan kehadiran Mesias, dan kita tahu bahwa Sang Mesias telah hadir yaitu Yesus Kristus yang telah mereka salibkan.
Mereka menolak Sang Mesias. Sementara kita sudah menerima kehadiran Sang Mesias, namun kita juga menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali. Inilah yang kita kenal dengan pengharapan eskatologis. Paulus kerapkali berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali dan menjadi pengharapan serta penghiburan bagi kita semua.
Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Tesalonika, “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:14-18).
Mari kita letakkan pengharapan kita kepada masa depan kita bersama dengan Kristus. Kalaupun saat ini kita menghadapi berbagai penderitaan selalu arahkan pandangan kita jauh ke depan kepada Kristus yang akan datang menjemput kita. Dan untuk saat ini kita menikmati penyertaan-Nya dan kebaikan-Nya. [DH]
Question:
1. Mengapa kita perlu memiliki pengharapan eskatologis?
2. Bagaimana caranya kita memiliki pengharapan ini?
Values:
Kedatangan Kristus adalah sebuah kepastian yang tak terbantahkan.
Kingdom Quote:
Orang Kristen normal pasti akan terhibur dan dikuatkan manakala mengingat akan kedatangan Tuhan yang kedua kali.
See also  Memberi yang Terbaik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*