Peran Ayah sebagai Imam, Nabi dan Raja

“Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.”  1 Korintus 11:3
Seorang pria sebagai ayah dan kepala rumah tangga mengemban tugas sebagai imam, nabi dan raja. Tuhan telah mempercayakan kepada setiap ayah tanggung jawab untuk mewujudkan pernyataan yang mendasar dari alkitab, yaitu ke-Bapaan. Menjadi ayah yang sejati adalah gambaran yang paling sempurna tentang Allah yang dapat diraih oleh setiap pria, sebagai cerminan Allah di hadapan keluarganya.
Seorang ayah harus bertanggung jawab mewakili Kristus dalam keluarganya. Inilah gambaran tanggung jawab yang besar bagi seorang ayah sebagai imam. Hanya imam yang boleh mempersembahkan korban atas nama keluarganya dengan cara mempersembahkan ucapan syukur, melakukan doa syafaat membuka jalan untuk keselamatan dan menerapkan iman bagi anak-anaknya.
Sebagai imam seorang ayah mewakili keluarganya di hadapan Tuhan, sedangkan sebagai seorang nabi, seorang ayah mewakili Tuhan di hadapan keluarganya. Oleh sebab itu seorang ayah dapat mewakili Tuhan melalui teladan kasihnya. Begitu banyak permasalahan di dunia ini yang akarnya adalah karena tidak adanya kasih bapa (ayah) di dalam keluarga.
Seorang ayah juga dapat mewakili Tuhan melalui pengajarannya. Tugas dan tanggung jawab mengajar anak-anak tidak dapat diserahkan kepada institusi pendidikan ataupun sekolah minggu. Libatkan anak-anak agar juga mengalami pertumbuhan secara rohani, karena takut akan Tuhan adalah kunci agar anak-anak tidak mudah terpengaruh akan hal-hal negatif yang ada di dalam pergaulannya.
Seperti halnya Nuh, seorang ayah harus peka terhadap suara Tuhan dan bahaya yang menghadang keluarganya serta mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi keluarganya. Fungsi ayah sebagai raja adalah bertugas untuk mengatur keluarganya atas nama Tuhan. Kata ini mengandung sejumlah pengertian terkait termasuk memerintah, melindungi atau mengatur. Sebagai kepala rumah tangga seorang ayah harus mampu menjalankan otoritas dan membuat anak-anaknya menghormati orang lain, taat dan bisa diatur.
Dengan menggabungkan antara kasih dan disiplin yang seimbang maka akan menghasilkan anak-anak yang berhasil. Kepemimpinan yang berhasil di rumah adalah dasar dari kepemimpinan di gereja, lingkungan, bangsa dan negara. Pandangan hidup apa yang sedang kita tularkan dalam keluarga? Apakah kita sedang menanamkan cinta pada nilai-nilai kekekalan yang akan mengarahkan keluarga kita menuju kehidupan yang melayani Yesus? Ataukah mengutamakan keberhasilan secara duniawi?
Jika saat ini kita belum berfungsi di dalam keluarga, tidak ada kata terlambat untuk berbalik dan mengalami pemulihan. Dua langkah sederhana yang dapat kita ambil yaitu dengan mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan dan di hadapan semua orang yang dirugikan atas dosa kita. Cari mentor atau hamba Tuhan yang mampu mengarahkan hidup kita, karena keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Amin. [RSN]
Questions:
1. Apakah peran seorang ayah di dalam keluarganya?
2. Nilai-nilai apa yang sedang kita tanamkan dalam keluarga kita?
Values:
Banyak permasalahan di dunia ini yang akarnya adalah karena tidak adanya kasih bapa (ayah) di dalam keluarga.
Kingdom Quote:
Menjadi ayah yang sejati adalah gambaran yang paling sempurna tentang Allah yang dapat diraih oleh setiap pria.
See also  Menjadi Dewasa

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*