Perlunya Keadaan Tidak Nyaman

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang balk dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”. Matius 25:23.

Anda mungkin pernah mendengar kisah para pemenang lotre di negara Amerika Serikat yang mendapat uang dengan jumlah sangat besar secara mendadak, yang terjadi kemudian adalah justru dalam waktu yang singkat hidupnya bangkrut dan menjadi lebih miskin dari semula.

Anda mungkin juga pernah mendengar kisah bahwa pada umumnya perusahaan keluarga hanya bertahan tiga generasi. Generasi pertama yaitu sang kakek, adalah pendiri perusahaan, ia memulai dengan susah payah, dengan segala perjuangan.

See also  Mujizat Bukan Untuk Pemalas

la berusaha keluar dari kemiskinan dan kekurangan berusaha bekerja sendiri dengan sedikit pegawai. Generasi kedua, mengembangkan dengan mulai memakai manajemen modern dan cara pemasaran modern sehingga berkembang menjadi perusahaan modern.

Generasi ketiga yang sudah lahir dari keadaan yang serba nyaman justru menghancurkan karena ingin mendapat keuntungan dengan cepat tanpa perjuangan lalu melakukan banyak investasi tanpa perhitungan yang cermat. Pertanyaannya, mengapa ini bisa terjadi?

Jawaban adalah sebenarnya sederhana, jiwa manusia akan kuat bila ditempa oleh keadaan yang tidak nyaman tetapi menjadi lemah jika mendapat fasilitas tanpa banyak usaha.

Hal ini berakibat jika mendapatkan harta dengan mudah tanpa perjuangan akan berakibat cepat pula menghabiskan. Dengan mendapatkan harta dengan perjuangan dan susah payah maka dengan sendirinya akan berhati- hati memakainya.

See also  Hubungan Hati, atau Transaksional?

Salomo telah menuliskan kecenderungan ini ribuan tahun yang lalu, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya” (Amsal 13:11).

Di dalam perumpamaan talenta, dengan jelas Yesus mengajarkan untuk kita setia dan bertanggung jawab dimulai saat dipercayakan harta yang kecil.

Jika kita bisa dipercaya dengan harta yang sedikit maka, kita akan setia saat dipercaya harta yang lebih banyak. Setia di sini artinya adalah kemampuan untuk mengelola dan bertanggung jawab secara benar. Keadaan jiwa kita akan lemah jika terus di dalam keadaan yang nyaman, paralel dengan keadaan iman kita.

Jika kita selalu di dalam keadaan yang nyaman, iman kita tidak bisa bertumbuh menjadi dewasa. Namun bila kita mengalami banyak tantangan di dalam hidup ini, maka seperti ada semacam ujian yang mengharuskan kita belajar setia, taat, dan percaya walaupun belum melihat.

See also  Apakah Orang yang Sudah Meninggal Dapat Menjumpai Kita?

Dengan demikian “keadaan tidak nyaman” sangat diperlukan untuk pertumbuhan iman dan karakter kita sebagai orang Kristen. Sehingga pada akhirnya Tuhan menyambut kita dan dapat berkata, “Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan-Ku.”[DD]


Question:
1. Benarkah zona nyaman justru melemahkan jiwa manusia, sehingga berakibat manusia mudah gagal dalam berusaha? Apa alasannya?
2. Lalu keadaan yang bagaimana yang seharusnya yang dapat menguatkan jiwa manusia?
Values:
Sikap bertanggung jawab adalah tanda kedewasaan bagi warga kerajaan sorga.
Kingdom Quote:
Pertumbuhan iman memerlukan situasi penuh tantangan dan perjuangan bukan keadaan mulus tanpa hambatan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*