Tanggung Jawab Tersembunyi

“Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.”_ Matius 25:9
Suatu hari ada seorang anak muda yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di sebuah ruko. Anak muda ini sangat opportunis alias selalu berusaha melakukan apapun asal demi kepentingan dirinya. la terus berpikir “Apa yang saya bisa lakukan agar bos saya senang dan akan segera memberikan promosi karir atau kenaikan gaji kepada Saya.” Suatu kali ia melihat sebuah kesempatan saat bosnya melihat-lihat bahwa cat dinding di kantornya sudah sangat kusam dan perlu diperbaiki atau dicat ulang.
Sang Bos kemudian berkata, “Siapa bisa urus mencari tukang cat untuk pekerjaan ini?” Anak muda ini melihat kesempatan. “Daripada diserahkan tukang mending saya kerjakan sendiri sekalian semoga dengan ini bos akan senang dan promosikan saya”, demikian pikirnya. Sang bos kemudian berkata kepada anak muda ini dengan kalimat pendek “Kerjakan hal ini sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab.” Dengan motivasi oportunisnya anak muda dengan cepat segera melakukan pekerjaan pengecatan ini dan selesai hanya dalam beberapa hari.
Dan tibalah saatnya untuk memamerkan hasil kerjanya kepada sang Bos, dan tentunya klausul tersembunyinya. Tapi betapa terkejutnya anak muda ini karena pada saat di mana sang bos datang dan melihat hasil kerjanya… tiba-tiba sang bos berteriak sambil marah, “Siapa yang melakukan ini semua!” Saat sang bos melihat di sebuah sudut ruangan karena terdapat banyak kaleng bekas cat yang berserakan bahkan ada beberapa kaleng sisa cat yang tumpah dan mengotori lantai dan juga banyaknya peralatan pertukangan yang berserakan. Alih-alih mendapat pujian karena merasa telah mengecat ruangan dengan baik, anak muda ini justru ditegur dengan kalimat tajam, “Kamu kerja tidak tanggungjawab! Mau mengerjakan tidak mau membereskan!”
Dalam hidup, pekerjaan atau pelayanan seringkali kita diperhadapkan dengan tuntutan tanggungjawab. Tanggung jawab tersebut ada yang eksplisit atau terlihat jelas, dan biasanya di perusahaan ditulis dalam bentuk _Job Desc_, tapi sering juga di dalamnya ada tuntutan tanggung jawab yang tidak terlihat misalnya menjaga nama baik organisasi, tidak posting di medsos sembarangan, menawarkan dukungan sebagai team, dan sebagainya.
Dalam perumpamaan di Matius 25:13, ada 5 wanita yang disebut bodoh, karena mereka tahu bahwa tanggung jawabnya adalah menyambut sang mempelai dengan membawa pelita, tapi mereka lupakan ada hal yang tidak eksplisit disampaikan yaitu: menyiapkan minyaknya. Tetapi 5 gadis yang disebut bijaksana sadar bahwa ada hal yang perlu dilakukan meski itu tidak secara eksplisit diinstruksikan.
Ada banyak ketentuan yang secara eksplisit tidak tertulis di Alkitab, misalnya perihal merokok, narkoba, menyontek, membolos, kebut-kebutan, menjegal teman dan sebagainya. Tapi kalau kita peka terhadap tuntunan Firman Tuhan maka kita sadar bahwa Allah telah meletakkan prinsip kebenaran yang mendasarinya yaitu kasih kepada Tuhan dan juga sesama. Anda mengerti? [HA]
Question:
1. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab tersembunyi?
2. Sudahkah Anda mengerjakan pekerjaan Anda dengan penuh tanggung jawab meskipun tidak di hadapan bos Anda?
Values:
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)
Kingdom Quote:
Kebodohan bukan karena faktor kurang pintar, tapi karena faktor kualitas karakter.

See also  Pelatihan Kehidupan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Website Protected by Spam Master