Tidak Ada yang Disebut Kebetulan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28
Dalam More of Paul Harvey’s: The Rest of The Story, Paul Harvey menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 1 Maret 1950, Hari itu, latihan paduan suara dimulai Pukul 19.30 malam. Nyonya Paul adalah dirigen paduan suara West Side Baptist Church, Beatrice, Nebraska. Anaknya, Marilyn, adalah pianis paduan suara tersebut. Sebelumnya, mereka tidak pernah terlambat datang untuk berlatih.
Namun, entah mengapa, hari itu Marilyn tertidur sehingga untuk pertama kalinya mereka terlambat. Hal yang sama juga terjadi pada 18 anggota paduan suara West Side Baptist Church. Jadi, pada hari itu, segenap anggota paduan suara tersebut terlambat datang. Tidak seorang pun datang pada Pukul 19.30 malam.
Hal aneh bin ajaib ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dan, tahukah Anda apa yang terjadi? Tepat Pukul 19.30 malam, pipa gas yang terdapat di ruang bawah tanah West Side Baptist Church bocor dan tersulut pemanas ruangan sehingga memicu ledakan yang meluluhlantakkan gereja tersebut. Pemanas ruangan tersebut berada tepat di bawah tempat latihan paduan suara. Beruntung, lokasi itu kosong karena semua anggotanya terlambat datang.
Ketika membaca kisah di atas, apakah Anda menganggapnya sebagai sebuah kebetulan? Ketahuilah, tidak ada yang disebut kebetulan di dunia ini. Setiap orang yang kita temui, setiap peristiwa yang harus kita lalui memiliki maksud dan tujuan tertentu. Mungkin, saat itu, kita tidak memahaminya, tetapi, percayalah, suatu hari kita akan memahaminya, kita akan memahami makna yang ada di balik hal tersebut.
Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kemahakuasaan-Nya akan tetap menyertai anak-anak-Nya. Inilah hal yang mesti selalu kita ingat dan syukuri. Memang kita kerap “tidak melihat” tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita.
Jadi, jika hari ini kita mengalami hari yang baik, bersyukurlah. Tuhan ingin kita menikmati semua kebaikan dan karunia-Nya. Namun, jika kita harus melalui hari-hari yang buruk, percayalah, ada hikmah yang bisa kita ambil dari hal itu, Dia ingin kita belajar sesuatu. Tuhan ingin kita bersandar kepada-Nya sepenuhnya agar ketika kita menghadapi nasib baik atau buruk, kita bisa mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada yang disebut kebetulan di dunia ini. [JB]
Selengkapnya kunjungi AquilaCenter
Questions:
1. Menurut Anda sikap apa yang sebaiknya senantiasa kita miliki saat menghadapi ‘kejadian buruk’?
2. “Kebetulan” apa yang baru saja Anda alami, dan hal tersebut mendatangkan sukacita bagi Anda?
Values:
Kemahatahuan Sang Raja membuat-Nya mengerti dan mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan setiap kita, sehingga kehidupan kita sudah direncanakan baik adanya.
Kebenaran bukanlah sebuah kebetulan, namun yang “kebetulan” bagi dunia, bagi orang percaya itu adalah sebuah kebenaran yang dilakukan tepat pada waktunya.
See also  Mengeluh atau Bersyukur

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*