Tradisi Gereja Perdana , Perbedaan Peringatan Kematian dan Kebangkitan Kristus

Penyaliban pada tanggal עֶרֶב פֶּסַח – ‘EREV PESAKH juga dicatat dalam Mishnah Sanhedrin 43a yang menuliskan וְתָּלְאוּהוּ בְּעֶרֶב פֶּסַח – VETAL’UHU BE’EREV PESAKH, harf: mereka menggantungkan Dia (menyalibkan Dia) pada Erev Pesakh. Dari bukti Alkitabiah maupun bukti-bukti di luar Alkitab menuliskan Yesus Kristus disalib pada tanggal 14 Nisan.

Ada istilah Latin “quarta decima” artinya “empat belas” yang diambil dari Imamat 23:5 (Vulgata), istilah ini digunakan bagi kebiasaan umat Kristen perdana untuk mulai merayakan Paskah pada tanggal 14 bulan Nisan (kalender Yahudi), inilah yang disebut oleh Rasul Yohanes sebagai η παρασκευη του πασχα – HÊ PARASKEUÊ TOU PASKHA (naskah bahasa asli Yunani) atau dalam bahasa Ibrani: עֶרֶב פֶּסַח – ‘EREV PESAKH dalam Injil Yohanes 19:14.

See also  Melarang atau Mendorong Anak?

Bahwa pada waktu senja pada tanggal tersebut “ada Paskah bagi Tuhan” (Im. 23:5). Tanggal tersebut adalah tanggal yang sama dengan ketika Yesus Kristus disalib di Yerusalem sebagai penggenap dari seluruh ritual korban dengan darah pada seluruh Perjanjian Lama.

Sehingga dalam peringatan ini, tentu saja tidak mempersembahkan domba paskah. Maka, kelompok Kristen Perdana yang memperingati kematian Kristus pada tanggal 14 Nisan ini disebut sebagai penganut “Kuartodesimanisme” (Raniero Cantalamessa, Easter in the Early Church: An Anthology of Jewish and Early Christian Texts, 1993, hlm 1-37).

Prof. Daniel Boyarin juga menuliskan dalam bukunya, bahwa Kristen mula-mula merayakan Paskah dengan tanggal yang sama dengan kalangan Yahudi Rabinik, dalam kalendar Yahudi, walau kemudian kekristenan menetapkan bahwa Paskah Kristiani tidak seharusnya sama dengan Paskah Yahudi, bahkan dalam penetapan ini terjadi konflik-konflik, sampai nantinya pada abad ke-empat terdapat dua kubu, yaitu “Kristen,” dan kubu yang menempatkan dirinya sebagai “Yahudi-Kristen” (Daniel Boyarin, The Jewish Gospel, The Story of The Jewish Christ, 2012, hlm. 11).

See also  Hati Bapa

Eusebius dari Kaisarea dalam “Church History, V, xxiii” menulis:

Sebuah pertanyaan yang tidak terlalu penting muncul pada waktu itu (masa Paus Victor I c. 190). Keuskupan-keuskupan di seluruh Asia, menurut tradisi kuno, menyatakan bahwa “hari keempat belas” (Yunani: τεσσαρεσκαιδεκάτην – TESSARESKAIDEKATÊN), pada hari mana orang-orang Yahudi diperintahkan untuk mengorbankan domba, harus selalu diperingati sebagai “hari raya paskah pemberi kehidupan” – (Yunani: ἐπὶ ταῖς τοῦ σωτηρίου Πάσχα ἑορταῖς – EPI TAIS TOU SÔTERIOU PASKHA HEORTAIS), berpendapat bahwa puasa harus berakhir pada hari itu, pada hari apa pun dalam minggu itu mungkin terjadi, namun itu bukan kebiasaan gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengakhirinya pada saat ini, ketika mereka mengamati praktik itu, yang dari tradisi Apostolik telah berlaku hingga saat ini, dari mengakhiri puasa pada hari lain selain itu. tentang Kebangkitan Juruselamat kita.

See also  Unshakeable Kingdom

“Quarta decima” yang dalam tulisan Eusebius ditulis dengan kata Yunani: “τεσσαρεσκαιδεκάτην – TESSARESKAIDEKATÊN” ini adalah metode ibadah peringatan kematian Kristus yang asli dalam menetapkan tanggal Paskah dengan menggunakan kalendar Yahudi.

Rita Wahyu

Selengkapnya kunjungi AquilaCenter

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*