Ujian Orang Percaya

“Sesudah berbagai peristiwa itu, Allah menguji Abraham dan berkata kepadanya, “Abraham!” Abraham menjawab, “Ini aku!” Dia berfirman, “Bawalah Ishak, anakmu satu-satunya, yang kaukasihi itu, ke tanah Moria. Lalu, persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.”Kejadian 22:1-2 (AYT)
Tentunya kita tahu dan sering kali mendengar kisah tentang Abraham yang diuji untuk mengorbankan anaknya. Semua ujian mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menunjukkan kualitas dari seseorang. Itulah tujuan Allah menguji. Namun jika iblis menguji konotasinya adalah negatif karena iblis menguji untuk menghancurkan seseorang.
Ujian yang dihadapi oleh Abraham ini sebenarnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Bapa di sorga. Kalau Abraham memberikan anaknya dan tidak segan-segan memberikan Ishak sebagai korban, begitu juga dengan Bapa di sorga yang tidak segan memberikan Yesus Kristus untuk mati buat kita. Petrus pernah menuliskan suratnya seperti ini: “Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah terkejut dengan api pencobaan yang datang untuk menguji kamu, seolah-olah sesuatu yang aneh terjadi atas kamu” (1 Petrus 4:12 – AYT). Semua ujian memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menunjukkan kualitas, kesetiaan, iman, dan loyalitas kita. Bagaimana kita diuji? Ujian itu pada prinsipnya ada 2 macam.
Yang pertama adalah ujian iman kita sebagai pengikut Kristus. Dunia bermusuhan dengan kita sebab kita bukan dari dunia ini. Dunia menganggap bahwa kita adalah musuh yang harus dihancurkan. Jadi jangan heran kalau kita mengalami olokan sampai ancaman kematian oleh karena nama Kristus.
Dan kedua kita diuji melalui berbagai masalah dan persoalan apakah kita masih tetap tangguh dan percaya kepada Allah yang menyertai kita. Jadi jangan berpikiran bahwa perjalanan orang kristen itu selalu melewati jalan tol. Justru yang dilewati adalah jalan yang berkerikil, berbatu, banyak lubang dan bukan jalan yang mudah.
Hati-hatilah dengan mereka yang mengaku hamba Tuhan besar namun mengajarkan kemakmuran tanpa ada salib di dalamnya. Sebab mereka mengutip ayat yang sama dengan kitab kita dan menyanyikan lagu rohani yang sama dengan kita.
Kesaksian mereka sangat bombastis untuk meraih simpati. Namun jika bukan salib Kristus yang diajarkan, jauhilah mereka! Kiranya oleh anugerah Tuhan kualitas iman kita dapat dibuktikan ketangguhannya melalui berbagai ujian. Amin [DH]
Kunjungi : AquilaCenter
Questions:
1. Mengapa hidup kita harus memikul salib?
2. Menurut Anda apakah sebagai pengikut Kristus akan hidup dalam kemakmuran materi? Diskusikan.
Values:
Semua ujian memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menunjukkan kualitas, kesetiaan, iman, dan loyalitas kita kepada-Nya.
*Ujian mendahului tropi kemenangan.
See also  Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngono

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*