Youtube, Aplikasi Paling Populer Penyebaran Konten Video

Felix Arvid Ulf Kjellberg/Pinterest

Indonesia (Tangerang Selatan), aquilanews.net – Felix Arvid Ulf Kjellberg merupakan pengguna aplikasi Youtube paling terkenal dewasa ini. Felix kelahiran Gothenburg, Swedia dengan channel Youtube-nya PewDiePie disebut memiliki penghasilan RP.83,8 miliar dan menjadi Youtuber terkaya.

Menukil laman Kompasiana, disebutkan Felix membuat video dirinya yang sedang bermain game, dan mengupload video tersebut di Youtube. Aksi-aksi nya yang lucu saat sedang bermain game membuat para pengunjung Youtube tertarik untuk menonton videonya dan membuat dia Populer sampai sekarang.

Youtube menjadi salah satu aplikasi paling populer penyebaran konten video yang diincar oleh semua kalangan, apalagi agresifitas kelompok milenial belakangan ini. Yang ada dalam pikiran, meraup penghasilan yang sangat besar sehingga judul-judul yang tidak lazim digunakan.

Banyak yang berharap melalui kanal Youtube potensi populer dan kaya mendadak terbuka lebar. Membayangkan dirinya setara Atta Halilintar, Baim Wong dan Paula Verhoeven, Deddy Corbuzier, Ria Ricis atau Denny Siregar dan Najwa Shihab dengan Narasi-nya. Atau seperti Emma Heesters, Youtuber Belanda yang cukup terkenal.

Di kalangan gereja, ada banyak tokoh agama memanfaatkan Youtube. Selain untuk menyampaikan Kebenaran Alkitab, tak dipungkiri ada juga yang mengandalkan dan mengutamakan jumlah subscriber dan viewer hingga akhirnya terjebak dengan judul-judul yang mencari sensasi.

See also  PMI Singapura Rayakan HUT RI dengan Acara Virtual Kenang Jasa Pahlawan

Laman Tempusdei.id menyebut salah satu imam Katolik yang eksis dan laris manis di youtube adalah Romo Aba dengan channel Romo Ndeso. Sudah ratusan video yang ia produksi dan rilis dengan andalan smart phone-nya Sudah ditonton puluhan ribu orang. Pujian dan ungkapan kegembiraan penonton pun memenuhi kolom komentarnya, belum lagi yang menggunakan jalur japri. Romo Aba sendiri merasa gembira karena bisa membantu umat memahami, merawat dan memertahankan iman mereka. Dan tentu saja ada juga yang tidak menyukai.

Bahwa Romo Aba sekarang menjadi terkenal dan viral ke mana-mana, itu fakta, tapi popularitas bukanlah tujuan utama imam berkaca mata yang ditahbiskan pada 09 April 2016 di Gereja Katedral Manado ini. Tujuan utamanya menjadi youtuber, memanfaatkan teknologi untuk berkatekese atau mewartakan kabar suka cita Kristus dan iman Katolik. Melalui channelnya, ia ingin membantu umat yang kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis seputar iman mereka sambil meneguhkan dengan siraman-siraman rohani bernutrisi, masih menurut laman Tempusdei.id

See also  Gereja Rick Warren Picu Kecaman Southern Baptist Convention Setelah Tahbiskan 3 Pendeta Wanita

Menjawab tuduhan ia hanya mencari uang melalui channel Youtube, ia tegas menjawab  “Sampai hari ini saya tidak mendapat apa pun dari youtube. Saya mencoba seperti Paulus, Upahku adalah bekerja tanpa upah,” jelasnya.

Tetapi pada kesempatan ini, Aquila Center dari Belanda bekerja sama dengan STT LETS (Sekolah Tinggi Theologia Lighthouse Equipping Theological School) dari Indonesia akan mengadakan International Journalistic Training 2021 melalui aplikasi Zoom.

Ps. Alexander D. Papay Sarnieum, pendiri Aquila Center menyebutkan bahwa Pelatihan Jurnalistik ini untuk memberikan kesempatan warga gereja mendapatkan pelatihan jurnalistik secara berkesinambungan. Kami pernah bekerja sama dengan Perwamki, dan sekarang dengan STT LETS. Pesertanya adalah orang-orang Indonesia yang berada di luar Indonesia.” Menurut Alexander D. Papay Sarnieum, peserta kali ini selain beraasal dari Indonesia dan Belanda, juga ada dari Belgia, Jerman, Amerika. “Minimal melibatkan 5-7 negara.”

Sementara Antonius Natan, mewakili STT LETS mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik yang dimulai awal April 2021 akan menghadirkan para jurnalis andal, yaitu : “Ada Eman Dapa Loka dari Tempusdei.id, Paul Maku Goru dari KitaKatolik.com, Daniel Tanamal dari RPKFM, Roy Agusta dari Chronosdaily.com dan saya sendiri Antonius Natan dari TerangIndonesia.id yang akan menyampaikan karakter seorantg jurnalis. Karena Pengetahuan dan Pengalaman tanpa Perilaku yang benar sesuai standar Alkitab akan menjadi bumerang yang merugikan peserta dan dirinya sendiri.”

See also  Antusiasme Anak Diaspora Indonesia di Belanda Ikut Workshop De Cultuurtuin

Eman Dapa Loka, selaku koordinator International Journalistic Training menegaskan bahwa untuk peserta luar Indonesia dikenakan kontribusi 20 Euro untuk 4 kali pertemuan termasuk E-Certificate. “Pendaftaran bisa dilakukan segera ke Roy Agusta +62812.1353.8181 bagi peserta Indonesia, atau ke Wensya Yoseph +316.4310.1610. Peserta memang dibatasi agar materi yang diberikan dapat dimengerti oleh semua peserta.”

Wensya Yoseph, sekretaris Aquila Center menyebutkan bahwa pelatihan kali ini lebih istimewa karena peserta diberikan tambahan materi untuk menjadi youtuber. “Peserta yang sudah mengikuti dua pelatihan sebelumnya tetap dapat bergabung kembali. Materinya berbeda dari sebelumnya.” [Roman]

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*