Alasan Pujian

“Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!” Mazmur 150:2
Kitab Mazmur diakhiri dengan puji-pujian yang megah kepada Allah yang hebat. Itulah yang tertulis di pasal terakhir di Mazmur 150. Ayat 1 diawali dengan kata “HALELUYA” yaitu sebuah ekspresi pujian yang khas kepada Allah serta perintah untuk memuji Tuhan dalam cakrawalanya yang kuat. Dan ayat 3-5 berbicara tentang segala instrumen yang dipakai untuk memuliakan Tuhan. Lalu ayat 6 ditutup dengan seruan supaya semua makhluk hidup memuji Tuhan.
Dan yang menarik adalah satu-satunya alasan mengapa pemazmur memuji Tuhan adalah, di ayat 2 dikatakan: Allah itu dahsyat dan dia perkasa dan agung. Dalam terjemahan BIMK disebutkan demikian: ”Pujilah Dia karena perbuatan-Nya yang perkasa. Pujilah Dia karena keagungan-Nya yang besar.”
Jadi dasar mereka memuji Tuhan karena perbuatan Allah yang perkasa dan keagungannya yang besar. Apabila bangsa Israel bahkan sampai sekarang mereka membaca pasal ini terutama di ayat 2, maka mereka mengkaitkan perbuatan Allah yang perkasa dengan semua perbuatan yang dilakukan Allah dalam Perjanjian lama termasuk ketika Allah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan.
Dan bagaimana Allah melakukan tindakan-tindakan yang perkasa dan luar biasa termasuk ketika Tuhan menyeberangkan bangsa Israel melewati Laut Merah serta menenggelamkan Firaun dan pasukannya.
Sayang, perbuatan perkasa yang mereka pahami hanya perbuatan Allah dalam Perjanjian Lama, namun bagi kita perbuatan Allah yang perkasa adalah ketika Allah menyelamatkan kita melalui kematian Kristus di kayu salib serta membangkitkan Kristus dari kematian. Inilah puncak kehebatan dan segala keperkasaan yang Allah lakukan sekaligus menunjukkan kasih-Nya yang tiada tara.
Adakah perbuatan Allah yang lebih hebat dan menimbulkan kekaguman umat- Nya daripada kehadiran Sang Firman yang menjadi manusia dan mati buat kita? Seharusnya inilah yang selalu menjadikan kita tidak berhenti dan mengucap syukur kepada-Nya. Kiranya Tuhan memenuhi hati kita dengan puji-pujian karena karya-Nya yang hebat melalui Kristus Yesus. [DH]
Question:
1. Bagaimana cara umat Allah menyebut-nyebut perbuatan Allah dalam Perjanjian Lama?
2. Mengapa kita lebih bersyukur hidup dalam Perjanjian Baru ini?
Values:
Kristus yang tersalib adalah bukti kasih Allah kepada manusia yang tak terbantahkan.
Kingdom Quote:
Salib Kristus merupakan puncak kasih Allah yang hebat.
See also  Stay Humble

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*