Ragi Farisi dan Saduki

“Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Matius 16:6
Ayat bacaan kali ini merupakan peringatan Tuhan agar kita berjaga dan waspada terhadap “ragi orang Farisi dan Saduki”. Apa maksud dari peringatan ini? Ragi adalah sebuah bahan, yang dipergunakan untuk membusukkan makanan atau mengembangkan sebuah adonan, untuk dimasak menjadi roti. Dalam konteks perikopnya, ragi yang dimaksudkan di sini adalah “ajaran” orang Farisi dan Saduki (Matius 16:12).
Ada beberapa sekte Yahudi di zaman Yesus, yaitu Farisi, Saduki, Esseni, Zelot serta Herodian. Orang Farisi berasal dari kalangan Hasidim pada masa pemerintahan Yohanes Hirkanus. Orang Farisi adalah para ahli tafsir tradisi dari mulut ke mulut yang berasal dari para rabbi.
Mereka berlatar belakang ekonomi menengah seperti tukang dan pedagang. Kebanyakan orang Yahudi akan meminta nasihat dan pertimbangan untuk kasus-kasus pelik dalam hidup mereka kepada orang-orang Farisi daripada kepada raja ataupun imam besar. Karena kepercayaan masyarakat besar terhadap mereka, maka mereka menempati kedudukan penting dalam masyarakat, yaitu sebagai Sanhedrin atau majelis agama.
Orang Saduki merupakan para aristokrat (bangsawan) dan dipengaruhi filsafat Yunani yang rasional. Orang-orang Saduki menolak tradisi para rabbi yang diturunkan dari mulut ke mulut. Mereka hanya menerima kelima Taurat Musa sebagai Firman Tuhan yang tertulis. Pandangan Saduki sejalan dengan pemikir Yunani bernama Epikuros yang mengatakan bahwa jiwa seseorang turut mati saat tubuhnya mati. Orang Saduki tidak percaya malaikat dan kebangkitan dari antara orang mati.
Ajaran Farisi dan Saduki membawa pengaruh yang tidak baik, karena orang Farisi cenderung menggantikan firman Tuhan dengan adat istiadat dan tafsiran para rabbi-nya (Matius 15:1-3). Kebiasaan beragama ini yang dikecam sebagai kemunafikan (Matius 23:1-23). Sementara itu orang Saduki, dalam kerasionalan-nya, mereka tidak mempercayai kebangkitan orang mati, sehingga Yesus juga mengecam mereka (Matius 22:29).
Perlu disadari, berbagai ajaran lain yang tidak baik ada di sekeliling kita. Mewaspadai Ragi Farisi dan Saduki merupakan peringatan, bahwa tanpa pengenalan secara pribadi dengan Tuhan, kita akan tersesat. Tersesat dalam rutinitas tradisi gereja semata, tanpa pengenalan yang jelas, dan tersesat pada ajaran menyimpang, yang hanya untuk kepentingan diri sendiri atau menyangkal kedaulatan Tuhan dalam hidup. Waspadalah! [JB]
Question:
1. Pernahkah Anda mendengar pengajaran yang tidak sesuai dengan pemahaman Anda tentang kebenaran Firman Tuhan?
2. Apa tindakan Anda setelah mendengar pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan?
Values:
Persekutuan yang erat dengan Sang Raja memungkinkan warga-Nya untuk tidak mudah terombang- ambing dengan pengajaran-pengajaran yang sesat.
Kingdom Quote:
Jika orang mengajarkan sesuatu tetapi ia sendiri tidak melakukan, ragukan apa yang diajarkan.
See also  Pasien yang Menjengkelkan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*