Cavod Vs Ikabod

“Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya. Katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.“1 Samuel 4:21-22
Tanpa disadari atau disengaja ternyata kata COVID memiliki konsonan yang sama dengan Cavod atau Kavod, כבוד, kata Ibrani kuno untuk kemuliaan, kehormatan, atau hadirat ilahi. Kita tahu pandemi Covid yang awalnya dianggap tidak nyata dan hanya hoax ternyata sungguh nyata berdampak negatif di bidang ekonomi dan juga menyebabkan penderitaan fisik yang luar biasa. Disisi lain, manusia juga telah kehilangan kepekaan akan kehadiran Allah. Hadirat Allah di dalam bahasa Ibrani adalah Cavod atau “kabod” artinya sesuatu yang memiliki bobot.
Sedang arti Ikabod seperti ayat bacaan kita artinya kemuliaan Allah telah lenyap atau hadirat Allah telah lenyap. Tentu yang diartikan kemuliaan yang berkenaan dengan Allah berbeda dengan kemuliaan dunia. Hanya orang yang mengenal kebenaran atau diberi anugerah yang memahami nilai-nilai Ilahi dari perspektif Allah. Orang yang tidak mengenal kebenaran hanya dapat mengenal kemuliaan duniawi.
Kemuliaan menurut dunia atau kemuliaan duniawi adalah segala sesuatu yang bersifat materi dan segala sesuatu yang bisa membangkitkan kekaguman manusia lain. Hal yang bersifat materi dan kebanggaan manusia, yaitu harta, ketenaran dan kekuasaan.
Kemuliaan dan kebangggan materi sudah melekat dalam kehidupan hampir semua manusia, karena memang sejak usia dini, nilai hidup materi dan duniawi telah diserap ke dalam jiwa manusia. Pada dasarnya manusia memburu hal-hal tersebut di dalam hidupnya. Tidak terkecuali orang Kristen.
Banyak orang Kristen merasa sudah percaya kepada Tuhan Yesus, dan meyakini bahwa dirinya sudah menerima keselamatan, sehingga tidak menyadari adanya pengaruh dunia yang meracuni. Mereka bergaya hidup duniawi yang mengisi tahun-tahun hidupnya untuk memburu kemuliaan duniawi.
Hal ini berakibat manusia yang seharusnya “spiritual being“ kehilangan kepekaan untuk memahami “hadirat Ilahi”, mereka mengalami “Ikabod”. Seperti halnya cucu imam Eli anak Pinehas, dinamai Ikabod karena tak lagi merasakan kehadiran Allah.
Pesan renungan ini, jadilah peka! Seperti halnya dampak Pandemik COVID dapat dirasakan secara nyata oleh “manusia jasmani” kita, hendaknya “manusia rohani” kita bisa merasakan Cavod/Kabod atau hadirat Allah. Ketika Cavod dapat kita rasakan maka Covid tak lagi menakutkan! [DD]
Selengkapnya kunjungi AquilaCenter
Questions:
1. Apakah kemuliaan dunia itu ?
2.Mengapa kita bisa kehilangan kepekaan akan kemuliaan ALLAH (KABOD) ?
Values:
Jika warga Kerajaan mengasihi kemuliaan dunia secara berlebihan maka, ia akan kehilangan kepekaan akan kehadiran ALLAH.
Manusia memang membutuhkan hal duniawi namun jika itu menjadi berlebihan maka ia akan kehilangan kepekaan akan kehadiran ALLAH.
See also  Fruitful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*