Dibuang Sayang

“Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” 1 Petrus 2:4, 7
Anda pasti pernah melihat dalam ending akhir sebuah film sering ditayangkan scene-scene berupa adegan atau dialog-dialog yang sempat dilakukan tetapi terjadi kesalahan. Biasanya setelah rekam ulang perbaikan, bagian scene yang salah tersebut dibuang.
Tetapi bagi sebagian produser lain, hal-hal yang salah tersebut sering ditayangkan kembali di akhir film tersebut dan memberi kesan sebagai tayangan yang lucu, dan akhirnya secara tidak langsung membuat kita mengerti betapa tidak mudahnya sebuah proses produksi atau recording sebuah adegan film.
Itulah sebab mereka menganggap bagian ini dibuang tapi kok sayang ya. Salah satu bintang film yang filmnya sering menunjukkan adegan dibuang sayang ini adalah Jacky Chan.
Hampir setiap akhir filmnya yang beredar selalu diakhiri dengan scene-scene yang salah, baik dari sisi percakapan, bahkan juga adegan-adegan penting lainnya, yang memberi nilai tambah yaitu kesan lucu, tapi juga memberi kita pemahaman akan beberapa kondisi behind the scene tersebut.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini menggambarkan bahwa Yesus digambarkan sebagai batu hidup, namun mengalami situasi menjadi batu yang dibuang oleh manusia.
Ketika Yesus menjalani proses Via Dolorosa, Yesus benar-benar diperlakukan sebagai batu yang dibuang, diinjak-injak, dianggap tidak berharga, tetapi justru dalam keadaan yang nampaknya tidak berharga inilah, Yesus sebenarnya sedang melakukan karya kasihNya demi kita manusia, yaitu menyelamatkan kita yang percaya kepada karya pengorbananNya yang begitu berharga seperti yang tertulis di “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”(1 Pet 2:6).
Tentu berbeda dengan adegan “dibuang sayang“ sebuah film, yang sebenarnya justru mereka tidak jadi membuang adegan tersebut. Yesus benar-benar mengalami situasi dibuang, menderita. Tapi DIA rela melakukannya dan bahkan tidak meminta mengganti adegannya, tujuannya agar kita dapat membangun cerita (adegan) kehidupan kita,
DIA rela terbuang agar kita dalam keadaan sulit, merasa terbuang justru punya keberanian menghampiri Sang Batu Kehidupan yang pernah mengalami dibuang, dianggap tidak terhormat. Bahkan Sang Batu kehidupan ini justru kemudian mengubah hidup kita yang terbuang karena dosa untuk dapat dipakai menjadi batu hidup bagi pembangunan gereja atau tubuhNya. Anda mengerti? [HA]
Questions:
1. Mengapa Yesus mau mengalami keadaan yang menderita demi kita manusia berdosa?
2. Teladan apa yang harus kita teladani dari kehidupan Kristus?
Values:
Yesus menjalani setiap scene adegan pengorbanan-Nya di kayu salib karena Dia sangat mengasihi kita.
Kingdom Quote:
Dalam anugerah kasihNya, apapun cerita hidup kita (Our Story) berubah menjadi rangkaian cerita Tuhan (His-Story).
See also  Mengeluh atau Bersyukur

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*