Bermula dari Benih Kecil

“Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Matius 13:32
Kerajaan Sorga diumpamakan Yesus dalam Matius 13:31-35 seperti biji sesawi dan ragi. Biji sesawi memang kecil, bahkan merupakan benih terkecil. Diameternya tidak sampai 1 milimeter tapi saat ditanam maka pertumbuhannya sangat cepat, mampu menumbuhkan pohon setinggi 3 sampai 5 meter.
Rimbun, sanggup menarik burung-burung untuk datang, tinggal dan bersarang disana. Sayurnya besar, kaya nutrisi bermanfaat pula bagi manusia. Lantas ragi meski sedikit jumlahnya, apabila diaduk ke dalam tepung terigu maka adonannya akan mekar. Gereja, termasuk kita di dalamnya lewat semua pelayanan yang kita lakukan mungkin bermula dari hal yang sangat kecil.
Tapi hal yang kecil itu pada suatu ketika bisa membawa dampak besar bahkan mampu menarik jiwa-jiwa, mendatangkan berkat buat dan membawa mereka masuk dalam keselamatan kekal. Persis seperti burung-burung yang kemudian datang dan bersarang di pohon sesawi yang rimbun.
Bukankah Injil Kerajaan pun diberitakan oleh Anak Manusia yang awalnya dikenal sebagai tukang kayu dengan pengikut-pengikut yang terdiri dari nelayan, pemungut cukai dan orang-orang yang bukan terpelajar? Tapi lihatlah bagaimana dampaknya terhadap dunia secara luas hingga hari ini.
Benih yang sangat kecil kemudian menjadi pohon yang rimbun yang sampai hari ini mampu memberi perlindungan, damai sejahtera, berkat dan keselamatan bagi semua orang tanpa terkecuali dimanapun berada.
Permulaan Gereja amat kecil. Tetapi kemudian pertumbuhannya menghasilkan daya yang kuat, sehingga berkembang menjadi kelompok-kelompok yang besar. Dari kelompok yang kecil yang terdiri daripada para rasul dimulailah gereja yang menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Hari ini lihatlah bagaimana menjadi luar biasanya benih kecil itu. Pemberitaan Injil Kerajaan Sorga seringkali dianggap sepele, namun apabila benih iman itu tertanam dan tumbuh dalam diri mereka yang percaya, akan mampu membawa dampak besar bagi kehidupan.
Oleh karena itu kita harus terus tekun dalam menaburkan benih-benih Kerajaan Sorga di manapun kita ditempatkan. Sekali lagi, di manapun kita ditempatkan. Miliki iman setidaknya sebesar biji sesawi, dan tanamlah untuk memberkati orang lain. Awalnya kecil, tapi percayalah bahwa pada suatu ketika benih kecil yang Anda tanam itu akan membawa dampak luar biasa bagi dunia dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Amin. [JB]
Questions:
1. Apa yang dimaksud memiliki iman sebesar biji sesawi?
2. Menurut Anda seberapa besarkah iman Anda saat ini? Apakah lebih besar dari biji sesawi? Apa yang sudah Anda alami dengan iman sebesar itu?
Value:
Kita harus terus tekun dalam menaburkan benih-benih Kerajaan Sorga di manapun kita ditempatkan. Sekali lagi, di manapun kita ditempatkan.
Kingdom Quote:
Bukan soal siapa Anda, apa posisi Anda, atau seberapa besar kekayaan Anda yang diperhitungkan, melainkan benih apa yang Anda tabur, apa yang tumbuh, dan apa yang berbuah.
See also  Latihan Membuahkan Kemenangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*