Gairah Cinta

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”_ Mazmur 42:2-3
Sebuah hubungan tanpa kasih, tanpa cinta, tanpa kerinduan maka akan menjadi hubungan yang formal dan kaku. Setiap kita seharusnya bukan mencintai Tuhan karena berkat atau karena kedudukan atau karena supaya masuk sorga. Tetapi kita mencintai-Nya karena semata mata kita mencintai-Nya. Raja Daud sangat bergairah dan merindukan Tuhan sehingga digambarkan dalam mazmurnya, “seperti rusa rindukan air, demikian jiwaku merindukan Tuhan”.
Suatu kerinduan akan Tuhan yang tak tergantikan dengan harta apapun. Cinta memang bukan hanya perasaan tetapi sebuah keputusan, namun tanpa kegairahan, tanpa kerinduan maka tidak ada cinta yang kuat. Raja Salomo menggambarkan cinta yang kuat seperti api yang tak terpadamkan, cinta melebihi segala harta benda. “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8:6-7)
Bagaimana dengan cinta Anda kepada Tuhan, cinta Anda kepada pasangan Anda, masihkah membara, masihkah seperti cinta mula-mula Anda? Jika gairah cinta Anda telah suam atau malah makin dingin, berhati-hatilah. Nyalakan dan temukan kembali gairah cinta Anda, pelihara gairah cinta Anda. Baik gairah cinta Anda kepada Tuhan maupun cinta Anda kepada pasangan Anda. Karena cinta adalah perekat bagai meterai, karena cinta adalah bagai nyala api Tuhan yang artinya adalah Roh Tuhan sendiri, karena Allah adalah kasih/cinta. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yohanes 4:16)
Jadi sebenarnya Tuhan sendirilah sumber cinta itu dan jika kita mengenal-Nya, maka cinta kita seharusnya terus bergairah. Tuhan tidak ingin cinta kita padam seperti yang ditulis dalam kitab Wahyu. “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4). Jadi Tuhanlah sumber cinta , namun ia memberikan kehendak bebas kepada kita, dan dengan kehendak bebas ini sudah seharusnya kita bertanggung jawab terus mengobarkan cinta kita balk cinta kita kepada Tuhan maupun kepada pasangan. Anda setuju? [DD]
Questions:
1. Apakah yang menyebabkan cinta kita bergairah?
2.Apakah cinta Anda kepada pasangan masih bergairah? Kalau tidak, mengapa?
Values:
Warga Kerajaaan adalah setiap orang yang telah merasakan kasih Sang Raja yaitu pengorbanan-Nya, mati di kayu salib menebus dosa kita.
Kingdom Quote:
_Kita tak bisa memberi tanpa pernah mempunyai, jika kita telah menerima kasih Tuhan, maka kita dapat memberikan kasih kepada sesama._
See also  Orang Kuat Selalu Punya Pengharapan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*