Grasi

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus” Roma 3:23-24
Agama mempunyai hukum/ aturan supaya para penganutnya berlomba berbuat kebaikan. Maka di dalam agama ada konsep bahwa jika seorang penganutnya berbuat amal dan kebaikan lebih banyak dari kesalahan dan keburukan, maka orang tersebut diterima di sorga. Jadi konsep layak dan tidak ditentukan dari lebih banyaknya berbuat baik. Namun seorang Kristen dibenarkan, dikuduskan dan diterima bukan karena perbuatannya tetapi dari apa yang Kristus lakukan. Melalui pengorbanan Kristus, setiap perbuatan buruk kita, yang sudah dan yang mungkin akan kita lalukan telah ditebus oleh pengorbanan Kristus di kayu salib.
Apa yang Kristus lakukan ini kepada kita disebut “kasih karunia”. Kata ‘kasih karunia’ yang banyak tertulis di Alkitab ini adalah terjemahan dari kata bahasa Inggris “grace,” dari bahasa Latin “gratia.” Dari kata ini kita mengenaI kata “gratis” yang artinya cuma- cuma, tidak bayar, juga kata “grasi,” yaitu pengampunan, pembebasan atau pembatalan hukuman mati yang diberikan kepada narapidana oleh seorang Presiden.
Apakah dengan demikian orang Kristen jadi lebih bebas berbuat dosa lagi, karena secara percuma telah mendapat “kasih karunia (grasi)“. Jawabannya, tentu saja tidak. Bayangkan jika Anda karena suatu kejahatan dan mendapat ganjaran hukuman mati, lalu Anda bertahun-tahun memohon grasi kepada Presiden, akhirnya permohonan grasi Anda dikabulkan. Apakah kemudian Anda dengan gampang akan berbuat kejahatan lagi?
Orang Kristen yang telah mendapatkan kasih karunia (grasi) akan mengerti bahwa grasi ini didapat akibat penggantian hukuman, yaitu Kristus yang di hukum mati di kayu salib. Inilah yang membuat seorang Kristen yang telah menerima kasih karunia (grasi) dari Kristus memperoleh kekuatan untuk terus berbuat baik karena ia menganggap dirinya yang lama (manusia lamanya yang cenderung berbuat dosa) telah mati dan disalibkan bersama dengan Kristus.
“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masihdapat hidup di dalamnya” (Roma 6:1-2)?
Itu sebabnya semua manusia membutuhkan grasi dari Kristus, karena grasi dari Kristus memberikan dua dampak: yang pertama, membebaskan kita dari hukuman mati akibat dosa; dan yang kedua, memberikan kekuatan untuk kita tidak berbuat dosa lagi, karena kesadaran bahwa sifat manusia lama kita telah mati. [DD]
Question:
1. Apakah makna grasi/kasih karunia di dalam kekristenan?
2. Apa dua dampak dari grasi/kasih karunia Kristus?
Values:
Menjadi warga kerajaan itu gratis, tetapi hidup sebagai warga kerajaan itu sangat berharga.
Kingdom Quote:
Pengampunan dosa dan penghapusan hukuman mati bukanlah ijin untuk melakukan dosa dan kejahatan.
See also  Mengenali Langsung

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*