Harmonisasi Nada-Nada Kehidupan

Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat ! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!_ Mazmur 150:1-6
Dalam dunia seni musik, nada dikenal sebagai bunyi yang mengeluarkan tinggi dan rendah suara yang indah serta merdu didengar, yang dapat disatukan atau diharmonisasikan dalam kumpulan variasi akord. Variasi akord itu sendiri ada yang terdiri dari akord mayor dan minor, ada akord dengan nada tambahan yang agak unik seperti augmented atau diminished, bahkan ada akord progresif seperti mayorll, min7, dan lain sebagainya.
Nada-nada yang terkumpul dalam akord tersebut kemudian ditempatkan dalam posisi atau urutan yang sedemikian rupa harmonisnya sehingga ketika dibunyikan dapat menjadi suatu untaian lagu yang indah. Nada-nada tersebut dihasilkan dari berbagai sumber suara, yaitu suara vokal manusia dan alat musik, seperti yang dimaksudkan pemazmur dalam Mazmur 150. Mulai dari sangkakala, gambus, kecapi, seruling hingga ceracap, semuanya dimainkan secara harmonis untuk menghasilkan suatu lagu. Jadi meskipun masing-masing alat musik itu menghasilkan karakter suara yang berbeda, tapi mereka semua memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menghasilkan harmonisasi dalam sebuah lagu yang sama.
Perjalanan hidup kita pun sebenarnya sama seperti suatu rangkaian untaian nada, yang terdiri dari nada yang tinggi dan nada yang rendah, yang dapat ditata sedemikian rupa secara harmonis. Kadang ada hal-hal yang menyenangkan, tapi ada juga hal-hal yang tidak menyenangkan, yang terjadi dalam hidup kita. Naik turunnya nada-nada kehidupan itu jika ditata secara harmonis justru akan menjadi sebuah lagu yang lebih indah, dibandingkan jika hanya terdiri dari satu nada monoton yang kita sukai saja.
Demikianlah perjalanan hidup kita, kadang Tuhan mengijinkan kita untuk melewati titik-titik terendah dalam kehidupan seperti seakan-akan sedang melewati lembah baka (Mazmur 84:7), yakni tantangan badai kehidupan. Secara jasmani dan pikiran pasti rasanya tidak menyenangkan, tetapi Tuhan menjadikannya sebagai suatu rangkaian untaian nada yang harmonis. la sedang memperlebar kapasitas kita ketika kita sedang berdoa, berpuasa, membaca dan merenungkan Alkitab serta melakukan firman-Nya. Apapun yang sekarang Anda alami atau lalui, percayalah bahwa pahit dan manisnya kehidupan ini adalah nada-nada yang Tuhan kumpulkan menjadi suatu akord yang harmonis yang mengalun menjadi suatu lagu yang merdu dan indah dalam hidup kita. Sebab lalah sang maestro, pencipta lagu kehidupan kita, dan kitalah instrumen musik di tangan-Nya. Tuhan memberkati, Amin! [YMH]
Question:
1. Mengapa perjalanan hidup kita pun dapat diumpamakan seperti suatu rangkaian untaian nada?
2. Mengapa Tuhan mengijinkan kita melewati titik-titik terendah dalam kehidupan?
Values:
Perjalanan hidup kita bagaikan rangkaian untaian nada, terdiri dari nada tinggi dan rendah, yang dapat ditata sedemikian rupa secara harmonis menghasilkan sebuah lagu yang merdu dan indah.
Kingdom Quote:
Naik turunnya nada-nada kehidupan itu jika ditata secara harmonis justru akan menjadi sebuah lagu yang lebih indah.
See also  Pantang Menyerah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*