Pribadi-Nya atau Mujizat-Nya?

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.” Ulangan 8:2
Setiap orang pasti memiliki masalah, baik yang bekerja, yang tidak bekerja, yang menikah atau pun belum menikah. Apapun jabatannya, siapapun orangnya, masalah itu pasti datang. Kalau tidak punya masalah, berarti bukan manusia atau is pasti sudah mati. Tapi ingatlah bahwa setiap masalah memiliki satu tujuan. Contohnya bangsa Israel yang terus berputar-putar selama empat puluh tahun dengan satu tujuan, yaitu untuk merendahkan hati. Coba kita renungkan, mana yang lebih mudah untuk Tuhan lakukan, membuat mujizat atau mengubah sifat manusia? Empat ratus tiga puluh tahun lamanya bangsa Israel terkurung dalam perbudakan Mesir (Keluaran 12:40-41), hingga rasanya mustahil sekali bagi mereka bisa bebas dari sana. Kadang kita juga berpikir demikian, mustahil saya bisa lepas dari perbudakan hutang, mustahil saya bisa lepas dari dosa-dosa pornografi dan sebagainya. Percayalah kepada Tuhan, sebesar apapun masalah kita, serumit apapun masalah kita, tak ada yang mustahil bagi Tuhan!
Sepuluh tulah diturunkan Tuhan dalam sepuluh hari, ditambah dengan mujizat laut terbelah. Mujizat demi mujizat didatangkan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel. Bayangkan saja, masalah selama empat ratus tiga puluh tahun dapat diselesaikan-Nya hanya dalam waktu dua minggu! Tentu masalah kita kecil sekali di mata Tuhan bukan?
Berbeda lagi dengan sikap hati kita. Bagi Tuhan, jauh lebih mudah membuat mujizat daripada mengubah sikap hati kita. Butuh dua minggu untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan, namun untuk mengubah sikap hati mereka dibutuhkan waktu empat puluh tahun lamanya. Lalu, mana yang lebih penting bagi Tuhan, membuat mujizat atau mengubah sikap hati manusia? Mana juga yang lebih penting bagi manusia? Mujizat atau mengubah sikap hati?Tentu berbeda sekali perspektif manusia dan Tuhan. Jadi tidak heran kalau banyak orang datang pada Tuhan hanya untuk mengejar mujizat-Nya saja.
Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita, namun Tuhan punya masalah dengan hati kita. Apa permasalahan yang sedang Anda alami hari-hari ini? Ingat, bahwa Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita. Tuhan hanya punya masalah dengan hati kita. Tuhan ingin berurusan dengan hati kita lebih dari permasalahan yang ada. Jadi jangan bawa masalahmu pada Tuhan. la ingin berurusan dengan hati kita, lebih dari masalah-masalah itu. Anda mengerti? [AU]
Question:
1. Apakah yang mendasari Anda datang kepada Tuhan, pribadi-Nya atau mujizat-Nya?
2. Apa yang dimaksud dengan “Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita, namun Tuhan punya masalah dengan hati kita?”
Values:
Butuh dua minggu untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan, namun untuk mengubah sikap hati mereka dibutuhkan waktu empat puluh tahun lamanya.
Kingdom Quote:
_Mintalah Tuhan untuk mengubah hati Anda, dan Anda akan melihat masalah Anda sangat kecil._
See also  In God (Dollar) We Trust

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*