Jangan Melihat Penampilan Saja

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16:7
Siapa yang tidak kenal dengan Mahatma Gandhi? Dia adalah tokoh sentral dari agama Hindu, bahkan dirinya dijadikan salah satu orang yang berpengaruh dengan filsafat-filsafatnya. Sampai saat ini nama Mahatma Gandhi tidak hanya melekat di hati orang-orang Hindu saja, melainkan nilai-nilai kepercayaan yang dipegangnya sudah menjadi bagian dari dunia ini. Tetapi siapa yang tahu bahwa ketika Mahatma Gandhi masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas di South Afrika, ia pernah tertarik dengan agama Kristen.
Pada suatu kali, Mahatma Gandhi memutuskan untuk menghadiri suatu kebaktian di sebuah gereja Anglikan. Ketika ia sedang duduk di kursi paling belakang di gereja itu, seorang penerima tamu (usher) datang menghampirinya. Kemudian penerima tamu memegang pundaknya dengan sopan dan ia memberi tahu bahwa orang yang memiliki kulit berwarna tidak diperbolehkan beribadah di gereja tersebut.
Dia mengatakan bahwa hanya orang-orang kulit putihlah yang lebih mendapatkan prioritas istimewa untuk beribadah di gereja tersebut. Mahatma Gandhi kemudian berpikir, kalau agama Kristen pun membeda-bedakan orang menurut kasta, itu berarti sama saja seperti agama Hindu. Mahatma Gandhi kecewa dan tetap menjadi pemeluk agama Hindu, bahkan agama Hindu menjadi agama yang terbesar di India karena pengaruh Mahatma Gandhi.
Hanya karena seorang penerima tamu (usher) yang lebih melihat penampilan dan warna kulit dari seseorang, maka gereja sudah kehilangan potensi dari salah seorang penginjil besar yang akan memenangkan ribuan bahkan jutaan orang di India. Mahatma Gandhi mungkin berkata: “Kasihan si penerima tamu itu. Dia berpikir dia sedang mengusir seorang kulit berwarna keluar dari gereja, padahal sebenarnya ia sedang mengusir India keluar dari gereja (kekristenan)”.
Kekasih Tuhan, bukankah kasta-kasta di gereja saat ini juga masih ada. Membeda-bedakan orang dalam pelayanan tanpa melihat potensi orang tersebut masih terjadi. Kisah Rasul 10:34-35, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.”
Jangan pernah melakukan tindakan yang sama seperti yang pernah dilakukan oleh penerima tamu tersebut. Jangan menganggap rendah orang-orang yang ada di sekeliling kita hanya karena penampilan atau permukaan luar mereka, karena siapatahu suatu hari nanti tanpa Anda sadari merekalah yang akan membantu Anda. [AU]
Question:
1. Menurut Anda apakah di dalam kekristenan masih ada diskriminasi? Mengapa?
2. Apakah Anda pribadi yang sudah dapat mengalahkan perilaku diskriminasi? Apa buktinya?
Values:
Jangan menganggap rendah orang-orang yang ada di sekeliling kita, siapa tahu suatu hari nanti merekalah yang akan membantu kita.
Kingdom Quote:
Sambutlah setiap orang dengan ramah, karena Tuhan bisa ada di setiap orang yang Anda temui hari ini.
See also  Hamba Siapa?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*