Pengharapan Pada Kristus Membangkitkan (PPKM)

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Ibrani 12:2
Pada akhir Juni 2021 Indonesia kembali mengalami lonjakan angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi, sehingga pada tanggal 1 Juli 2021 Pemerintah kembali melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali, dimulai dari tanggal 3 Juli 2021 s.d. 20 Juli 2021. PPKM Darurat ini ditujukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara membatasi aktifitas masyarakat secara ketat di beberapa bidang tertentu, misalnya penutupan mal, rumah ibadah dan kegiatan lain yang memungkinkan berkerumunnya orang.
PPKM Darurat ini bukanlah upaya yang pertama kali dilakukan Pemerintah untuk membatasi aktifitas masyarakat. Di akhir April 2020 Pemerintah pernah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara nasional, yang kemudian dilanjutkan dengan PPKM di beberapa daerah tertentu.
Di satu sisi upaya pembatasan aktifitas masyarakat tersebut dinilai cukup berhasil menekan penyebaran Covid-19, namun di sisi lain melemahkan pertumbuhan ekonomi nasional karena banyak usaha/bisnis yang harus ditutup selama PSBB atau PPKM, seperti usaha transportasi dan pariwisata.
Banyak orang yang mengeluh karena kehilangan pendapatan bahkan pekerjaan akibat PPKM, sehingga begitu Pemerintah menerapkan kembali PPKM sebagian besar masyarakat merasa kehilangan harapan untuk bisa kembali bangkit.
Pada tahun 1927 di lepas Pantai Paulding, Provincetown, Massachusetts, sebuah kapal selam Amerika bertabrakan dengan sebuah kapal US Coast Guard (Penjaga Pantai Amerika), dan kapal selam tersebut tenggelam. Penjaga Pantai dan Angkatan Laut Amerika mengirimkan penyelam untuk menilai kerusakan dan memulai operasi penyelamatan.
Ketika para penyelam mendekati kapal selam, mereka mendengar seorang pelaut mengetuk lambung kapal dalam kode Morse. Dia bertanya: “Apakah masih ada harapan?”
Manusia dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, 3 hari tanpa minum dan 8 menit tanpa bernafas, tapi manusia tidak dapat bertahan satu detik pun tanpa pengharapan, khususnya di masa PPKM. Pengharapan adalah bagian paling penting dari kehidupan. Ketika pengharapan seseorang hilang, maka hidupnya sudah berakhir, sebab pengharapan adalah jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19).
Di mana-mana banyak orang yang mencari pengharapan di tempat yang salah. Mereka mencarinya dalam hubungan, pengetahuan dan agama, dengan cara membenarkan dirinya sendiri. Tetapi hanya ada satu pribadi yang dapat memberikan pengharapan yang nyata akan keselamatan, yaitu Yesus Kristus.
Ketika mata kita tertuju kepada Yesus, maka Ia akan memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan kita agar dapat percaya kepada Yesus. Saat itulah Roh Kudus akan bekerja di dalam kita untuk memenuhi kita dengan pengharapan bahwa Allah saja yang memegang kendali sepenuhnya atas hidup kita, karena Ia mengasihi kita dan Ia bekerja demi kebaikan kita.
Dalam masa kesukaran apapun, bahkan dalam masa PPKM, hanya dengan pengharapan pada Yesus saja yang akan membangkitkan kita dari rasa duka dan keputusasaan, serta menyempurnakan iman kita untuk memperoleh janji keselamatan-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Amin. [YMH]
Question:
1. Apa dampak PPKM yang paling merugikan bagi Anda?
2. Bagaimana caranya kita memiliki pengharapan pada Yesus?
Values:
Warga Kerajaan Allah yang sejati adalah pribadi yang memiliki pengharapan kepada Sang Raja.
Kingdom Quote:
Ketika pengharapan seseorang hilang, maka hidupnya sudah berakhir, sebab pengharapan adalah jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita.
See also  Ucap Syukur Bukti Cinta yang Tulus

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*