Ketika Cinta Melekat, Tuhan Selalu Dekat

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”Yohanes 14:21
Pada saat kita mencintai seseorang, apa pun yang kita tahu tentang orang yang kita cintai itu, baik itu hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negative mengenai dirinya, kita tidak ambil peduli. Almarhum Gombloh dalam sebuah lagunya mengatakan “Bila cinta melekat, tahi kucing terasa cokelat”. Cinta bisa membuat hal-hal yang buruk menjadi indah, dan yang jelas orang yang saling mencintai ingin selalu dekat satu sama lain. Berada di dekat pribadi yang kita kasihi akan membuat kita selalu aman, tenteram dan nyaman.
Setiap kita memperingati hari kematian Yesus Kristus, kita kembali mengingat akan pengorbanan Yesus yang luar biasa bagi kita. Hanya karena kasih-Nya, Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya bagi manusia. Melalui pengorbanan-Nya kita mendapatkan anugerah di mana darah-Nya telah menyucikan setiap kita dan memberikan pengampunan dosa sehingga kita menjadi ciptaan baru bahkan mendapatkan hidup yang kekal. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, dan DIA ingin selalu dekat dengan kita, karena itu DIA mengirim Roh Kudus untuk menjadi Penolong dan Penghibur bagi kita. Roh Kudus hadir dan tinggal dalam hati kita. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16).
Kehadiran Roh Kudus dalam diri manusia merupakan perwujudan keinginan Tuhan untuk dekat dengan kita, karena DIA begitu mengasihi kita. Memang, kita tidak bisa melihat kehadiran-Nya, namun bila kita percaya kepada-Nya dan dekat dengan-Nya, kita akan mengenal-Nya dan merasakan kehadiran-Nya. Ketika Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, DIA akan berkarya dalam diri kita. DIA akan mengubah ketakutan kita menjadi keberanian, mengubah kebencian kita menjadi cinta kasih, dan mengubah duka cita kita menjadi suka cita. Dan DIA memberi damai sejahtera kepada kita yang taat kepada-Nya. Penyertaan dan perlindungan-Nya nyata dalam hidup kita. Hanya kepada orang percaya, Roh Kudus dikaruniakan.
Apakah kita juga mengasihi Allah dan ingin senantiasa bersekutu dengan-Nya? Banyak orang percaya yang mengaku mengasihi Allah, tetapi kenyataannya tidak pernah punya waktu untuk membangun persekutuan dengan-Nya. Bahkan di antaranya sudah tidak mengasihi Tuhan dan meninggalkan kasihnya yang semula. Sejauh mana kita mencintai Allah kita, itu hanya bisa dibuktikan jika kita mau membangun persekutuan dengan-Nya, serta hidup di dalam kasih. Amin. [AU]
Selengkapnya kunjungi AquilaCenter
Questions:
1. Apakah Anda mengasihi Allah? Apa buktinya?
2. Kasih hanya dapat dilihat dalam perbuatan yang nyata, perbuatan kasih apa yang akan Anda lakukan hari ini?
Values:
Hiduplah di dalam kasih Allah, dan bagikan kasih itu kepada sekitar Anda.
*Bukti Anda mengasihi Allah adalah dengan membangun persekutuan yang intim dengan-Nya setiap waktu.*
See also  Harta, Tahta dan Cinta

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*