Mendahului Melangkah ke Rumah Allah

“lnilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.” Mazmur 42:5
Sebuah studi kontemporer yang dilakukan di antara orang-orang yang rajin bergereja, menemukan bahwa di antara orang-orang ini ternyata banyak yang tidak pernah sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Banyak yang ke gereja hanya karena mewarisi agama orang tua mereka, ikut teman/pasangan, kebutuhan sosial dan sebagainya.
Studi itu juga menemukan bahwa makin lama orang-orang ini berada dalam gereja tanpa menerima Tuhan, semakin kecil kemungkinan mereka menerima Tuhan pada akhir hayat mereka.
Bacaan ayat firman Tuhan kita hari ini mengingatkan kepada kita agar kita saling mendahului melangkah ke rumah Allah dengan sorak-sorai dan nyanyian syukur untuk memuliakan Allah kita.
Tidak semua orang percaya datang kepada Tuhan untuk mempersembahkan hidupnya, apalagi di masa pandemi covid-19 yang belum kita menangkan. Semakin banyak orang enggan datang ke gereja, alasannya cukup masuk akal. “Aku kan sudah ikut ibadah online, itu kan sama saja”.
Getaran rasa rindu yang sedemikian besar terhadap Tuhan seringkali tidak kita miliki. Hal ini dapat terjadi karena kita tidak menyadari bahwa kebutuhan kita yang terdalam, tidak lain adalah Allah yang hidup, sumber kehidupan kita.
Dia-lah sumber pertolongan yang melindungi dan memerintahkan kasih setia-Nya. Yesaya 65:1, “Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidakmenanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.”
Tuhan membuka diri-Nya kepada semua orang yang mencari Dia. Di penghujung kitab Yesaya, (baca Yesaya 65:1-16) Tuhan menjawab keluhan dan permohonan umat-Nya dengan menyatakan secara gamblang bahwa Dia telah menyatakan diri-Nya untuk diketahui oleh siapa saja yang sungguh mencari Dia. Namun manusia malah memberontak dan mengabaikan tawaran-Nya itu.
Kerajinan beribadah, keaktifan pelayanan, dan berbagai bentuk performa mungkin bisa mengelabuhi sesama, tetapi tidak akan bisa menipu Tuhan yang menilik kedalaman hati kita. Baiklah kita mengevaluasi diri kita di hadapan Tuhan; sungguhkah hidup kita ini sudah kita persembahkan kepada Tuhan yang hidup? la tahu hati kita, mari saling mendahului ke rumah Allah. Anda setuju? [AU]
Question:
1. Apakah Anda sudah rajin dalam mencari Tuhan?
2. Apa yang Anda rasakan saat mempunyai kerinduan hati untuk mencari-Nya?
Values:
Tuhan membuka diri-Nya kepada semua orang yang mencari Dia.
Kingdom Quote:
Datang dan temui Dia selalu, kehidupanmu akan berbuah lebat!
See also  Penguasaan Diri, Kunci untuk Menang

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*