Kuanggap Sampah

“Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. la menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.”_ Kisah Para Rasul 9:1-2
Kebanggaan manusia adalah agama, agama adalah reaksi pencarian manusia untuk menjawab kekosongan hatinya. Kekosongan hati ini akibat putusnya hubungan atau pengenalan dengan Tuhan. Namun agama bukan jawaban atau pemenuhan yang sebenarnya. Agama sering bersifat hukum yang hitam-putih, salah-benar, haram-halal, berakibat para penganutnya bisa membenci dan membunuh (tanpa rasa bersalah) orang-orang yang tak sepaham. Artinya agama terbukti bukan pengenalan akan (Kasih) Tuhan yang sebenarnya.
Itulah yang dialami Saulus sebelum bertobat dan sebelum mendapat penampakan Kristus di jalan menuju Damsyik. Sebelumnya ia merasa mengenal Allah dan menganggap orang yang percaya kepada Kristus (Sang Firman yang menjadi Manusia) adalah bidat. la merasa sah menangkap dan membunuh murid-murid Kristus. Ketika Paulus bertobat hasrat hidupnya berubah, bukan lagi hukum Allah (agama) yang terutama, tetapi pengenalan akan Allah di dalam Yesus Kristus adalah hasrat yang utama di dalam hidupnya. Pemahaman dan pengenalan akan berakibat terjadi cara pandang dan nilai-nilai yang berubah di mana cara pandang duniawi dan agamawi digantikan dengan cara pandang sorgawi.
_”Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,”_ (Filipi 3: 6-8) Rasul Paulus menganggap semua kemuliaannya sebagai orang Farisi (ahli agama) yang terpandang dan semua aktivitasnya adalah sampah dibandingkan pengenalannya akan Kristus.
Jadi pengenalan akan Kristus sekarang adalah hasrat utamanya. Rasul Paulus benar- benar merasakan kasih Kristus sehingga ia begitu bergairah bagai orang jatuh cinta. Ibarat hubungan dua kekasih yang saling menikmati, itulah “pengenalan”(atau _Ginosko_ dalam bahasa Yunani).
Sama seperti seorang yang sedang jatuh cinta, segalanya tak berarti selain kekasihnya. Ketika rasul Paulus jatuh cinta kepada Kristus, maka semua prestasi yang menurut dunia terhormat adalah sampah dibanding Kristus, bagaimana dengan cinta Anda kepada Kristus?  [DD]
Question:
1. Apa alasan rasul Paulus menganggap prestasi masa lalunya sebagai sampah?
2. Bisakah anda juga mempunyai hasrat pengenalan akan Tuhan seperti rasul Paulus?
Values:
Bagi warga Kerajaan seharusnya hasrat mengenal cinta Sang Raja adalah segala- galanya.
Kingdom Quote:
Hanya cinta yang membuat orang tergila-gila, sehingga melihat masa depan adalah mulia dan masa lalu sebagai sampah.
See also  Tanggung Jawab Tersembunyi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*