On Eternal Patrol

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”  Pengkotbah 3:11
On Eternal Patrol. Kalimat ini menjadi begitu viral seiring dengan peristiwa yang begitu memilukan bagi bangsa Indonesia pada bulan April 2021, yaitu tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402, yang juga mengakibatkan gugurnya 53 putra terbaik Angkatan Laut Indonesia dari satuan Hiu Kencana. Setelah fase pertama dilaporkan hilangnya kontak pada tanggal 21 April 2021 yang disebut sebagai fase Submissing, yang berarti hilangnya kontak, kemudian terus dilakukan berbagai upaya pencarian yang melibatkan banyaknya negara dan beberapa kapal penyelamat laut dalam.
Fase ini disebut dengan fase _Subsunk_ alias fase di mana diperkirakan kapal selam tersebut dinyatakan tenggelam, diperkirakan pada kedalaman lebih dari 800 meter. Pada tanggal 25 April 2021, Panglima TNI mengumumkan ditemukannya kapal selam dalam kondisi terbagi menjadi 3 bagian. Pada fase inilah KRI Nanggala 402 ini disebut pada fase On Eternal Patrol, yaitu sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa seluruh ABK KRI Nanggala 402 dinyatakan gugur dalam tugas pengabdian.
Tetapi kata ini mempunyai makna implisit yang dalam yaitu “Teruslah bertugas (patroli) dalam keabadian”. Bahkan di media sosial banyak yang memberi catatan, “Kalian tidak mati, tetapi kalian sedang bertugas dalam keabadian.”
Pernyataan On Eternal Patrol seolah sedang memberi gambaran kepada kita untuk memiliki perspektif kekekalan dalam seluruh hidup, karya dan pelayanan kita. Apalagi bagi setiap kita yang percaya kepada Kristus, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru bagi kita yang percaya kepada Kristus, kematian menjadi sebuah pintu memasuki sebuah kebersamaan indah bersama dengan Tuhan. 1 Tesalonika 4:14, “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”
Karena perspektif kekekalan inilah Paulus justru menyebutkan bahwa mati adalah keuntungan, tetapi jika kita masih diberi kesempatan hidup, itu adalah bagi Kristus dan justru untuk berbuah. Kesadaran akan hal ini memberi kita pengharapan yang besar, bahkan ketika harus melewati kondisi kehidupan yang tidak mudah.
Rencana kekekalan Allah merupakan sebuah rencana yang jauh lebih besar dari seluruh aspek kehidupan kita. Untuk itulah Kristus mati di Kayu salib mengalahkan musuh terakhir yaitu sengat maut/kematian (1 Korintus 15:54-55). Kesadaran rencana kekekalan ini justru makin memberikan kita sebuah motivasi untuk berkarya, melayani, berdampak, berbuah bagi orang lain selama kita hidup, karena buah pelayanan itu akan bersifat sesuatu yang bernilai kekekalan. Anda mengerti? [HA]
Question:
1. Apa yang Anda pahami tentang “On Eternal Patrol” ?
2. Apa yang dimaksud Paulus tentang “mati adalah keuntungan?”
Values:
On Eternal Patrol memberi gambaran kepada kita untuk memiliki perspektif kekekalan dalam seluruh hidup kita.
Kingdom Quote:
Jangan takut mati, tapi takutlah hidup yang tidak memberi nilai kekekalan karena Allah kita adalah Allah yang kekal.
See also  Tikhikus - Sahabat Sejati

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*