Orang Kaya

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”_ Lukas 12:21
Pada tahun 1930an di Amerika ada kisah tentang satu keluarga seorang janda dengan 3 anak perempuan yang masih di bawah umur. Mereka setia beribadah di sebuat jemaat lokal. Suatu ketika menjelang paskah, gembala setempat mengajak jemaat untuk mengumpulkan donasi yang akan dibagikan kepada jemaat miskin.
Mendengar hal ini, sekeluarga sepakat ikut serta dalam pengumpulan donasi. Dengan semangat dan gembira mereka mencanangkan penghematan pemakaian listrik, air termasuk makanan. Anak-anak menawarkan jasa tenaga mereka membantu tetangga dengan bayaran sukarela.
Mulailah mereka mengumpulkan sedikit demi sedikit dan di akhir periode, ternyata mereka berhasil mengumpulkan 27 dollar. Lalu dengan sukacita, pada hari minggu mereka membawa ke gereja dan menyerahkan donasi mereka kepada gembala dan pulang dengan hati gembira bisa menjadi berkat buat orang lain.
Namun keesokan hari ketika gembala datang ke rumah mereka, sukacita mereka hilang seketika. Ternyata mereka mendapat 100 dollar sebagai realisasi bantuan kepada jemaat miskin.
Mereka dianggap bagian dari jemaat miskin yang mendapatkan bantuan donasi. Tiba-tiba saja mereka tersadar bahwa mereka ternyata miskin. Mereka baru sadar ketika melihat baju mereka yang sudah banyak tambalannya, sepatu yang sudah kumal, kondisi rumah mereka yang sangat sederhana dan sederet kekurangan yang mereka miliki.
Seperti orang yang baru sadar dari mimpi mereka duduk termenung saling pandang dengan perasaan malu. Anak-anak jadi malu ke sekolah kuatir jadi bahan gunjingan. Uang persembahan 100 dollar dari gereja yang mereka terima, disimpan saja karena mereka tidak ada hati menggunakannya.
Saat minggu tiba, walau dengan perasaan enggan, mereka tetap beribadah, dan bertepatan tamu penginjil dari Afrika. Penginjil tersebut bersaksi dan salah satu kendala adalah kebutuhan membangun tempat ibadah dan saat itu mereka masih membutuhkan 130 dollar. Mendengar itu, gembala berinisiatif menggalang dana dan mengajak jemaat mengumpulkan donasi.
Mendengar hal itu, sekeluarga ini saling pandang dan sepakat mendonasikan 100 dollar yang mereka miliki mendukung pelayanan penginjil itu. Dan ketika dikumpulkan ternyata berjumlah 137 dollar. Si penginjil sangat senang dan berkata, ‘terima kasih buat orang kaya yang ada di tempat ini’. ‘Yes’, dalam hati sekeluarga ini bersukacita, ternyata mereka adalah orang kaya dan setelah itu mereka pulang ke rumah dengan kepala terangkat, tidak lagi merasa miskin. Anda mengerti? [LS]
Question:
1. Menurut anda, apakah anda kaya, atau miskin? Bagaimana anda mengukurnya?
2. Apa bedanya berdonasi dan berkorban?
Values:
Jangan berkecil hati jika saat ini Anda belum mempunyai harta melimpah, setidaknya tetaplah miliki hati yang limpah dengan kebaikan.
Kingdom Quote:
Orang yang miskin adalah orang yang tidak mempunyai hal lain selain uang.
See also  Power of (His) Blood

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*