Pria Sebagai Fondasi Keluarga

“Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu” 1 Korintus 4:15
Tujuan Tuhan menciptakan keluarga adalah agar dapat menghasilkan anak-anak yang efektif. Keluarga merupakan institusi manusia yang tertua di dunia yang sudah ada sebelum institusi sekolah, pemerintah, gereja dan institusi-institusi manusia lainnya.
Keluarga adalah fondasi dan kunci atas terbentuknya masyarakat, sebagai prototipe dari masyarakat dan bangsa, maka keluarga yang kuat akan menghasilkan masyarakat dan bangsa yang kuat pula. Karena itu, pemulihan keluarga berarti pemulihan masyarakat dan bangsa. Keluarga adalah fondasi dari masyarakat untuk mengajarkan moralitas, mendidik anakanak dengan nilai-nilai dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang benar.
Keluarga juga merupakan kunci penyelesaian atas masalah-masalah sosial, psikologis, dan masalah-masalah yang terjadi di dunia. Oleh sebab itu dengan terbentuknya keluarga diharapkan dapat mengajarkan tanggung jawab, rasa hormat, moral, cara berkomunikasi dengan baik, nilai-nilai kebenaran, kestabilan emosi dan memberikan konsep diri yang kuat serta memupuk keyakinan dan kepercayaan bagi anak-anak. Namun sebaliknya, banyak orang yang bermasalah secara kejiwaan, moral maupun spiritual juga disebabkan oleh keluarganya.
Bagian terpenting sebuah bangunan terletak pada fondasinya, demikian juga dengan keluarga. Fondasi sebuah keluarga adalah suami atau pria. Dalam desain Allah, pria adalah dasar dan nilai dari sebuah keluarga. Fungsi bapa dalam keluarga dapat dianalogikan seperti fondasi sebuah rumah atau bangunan. Kekuatan fondasi menentukan nilai dari sebuah bangunan.
Dalam bahasa Ibrani bapa (ABBA) berarti sumber, pemelihara, penopang, pemberi kehidupan atau pelindung. Karena itu Iblis berusaha untuk menghancurkan pria dalam sebuah keluarga. Iblis berusaha menghancurkan tatanan yang telah difondasikan oleh Allah dan memutarbalikkan tatanan yang benar.
Banyak fakta menunjukkan bahwa tanggung jawab di dalam keluarga bergantung kepada istri sehingga menimbulkan sumber masalah terbesar di dalam dunia ini yaitu ketiadaan seorang bapa (_fatherlessness_). Pemuliahan keluarga dimulai dengan pemulihan pria/suami, pemulihan keluarga menciptakan pemulihan masyarakat dan bangsa sehingga nama Tuhan dipermuliakan.Amin [RSN]
Questions:
1. Siapakah fondasi di dalam keluarga, masyarakat dan bangsa?
2. Apakah fungsi keluarga di dalam masyarakat, bangsa dan negara?
Values:
Pemulihan keluarga dimulai dengan pemulihan pria/suami, pemulihan keluarga menciptakan pemulihan masyarakat dan bangsa sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Kingdom Quote:
Dalam desain Allah, pria adalah dasar dan nilai dari sebuah keluarga.
See also  Fathers

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*