Rajawali di Musim Semi

“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”_ Mazmur 103:5
Saat menulis renungan bulan ini saya menggunakan beberapa perangkat teknologi, sebab saya menulis sambil saya melakukan perjalanan keluar kota. Perjalanan yang panjang membuat saya harus beberapa kali berganti media untuk menulis, karena ketika di perjalanan, perangkat teknologi yang satu kehabisan baterai, dan saya harus berganti ke perangkat yang lain, hingga perangkat itu sendiri kehabisan baterai, dan sampai saya menemukan tempat untuk melakukan pengisian daya listrik. Secanggih apapun perangkat teknologi yang kita miliki, tanpa adanya baterai yang cukup kuat untuk bekerja, maka perangkat itu hanya seonggok alat yang sama sekali tidak berfungsi. Sama seperti kamera digital milik adik saya·yang ketika bepergian jauh lupa membawa kabel _charger_, akhirnya ia pun tidak bisa menggunakannya lagi setelah baterai yang ia bawa habis.
Tahukah saudara bahwa pemazmur melukiskan kondisi rohani kita dengan ilustrasi burung rajawali. Rajawali bukannya tidak bisa menjadi lelah. Bisa! Apa lagi ia suka terbang tinggi. Namun, ia punya cara mengatasinya, yakni mendekatkan diri ke arah matahari. Bahkan di wilayah empat musim, ia punya kebiasaan unik pada musim semi, yakni naik tinggi ke ketinggian yang terbuka, ia terbang melayang sambil berjemur di bawah cahaya matahari. Sementara ia menyerap energi matahari, lapis luar bulu-bulu badannya rontok, hingga tejadilah “peremajaan” pada dirinya. Setelah itu, ia kembali terbang dengan kekuatan dan penampilan baru. Begitulah keintiman kita dengan Tuhan. Tuhan menyediakan limpahan kasih setia dan rahmat. Serupa rajawali yang diterpa cahaya matahari, dikuatkan, disegarkan, dan kita pun dapat diremajakan dengan semangat dan kekuatan baru.
Apakah saat ini Anda letih secara rohani? Tiap anak Tuhan pernah mengalaminya. Kita bisa saja lesu rohani akibat kesibukan, hantaman kesusahan hidup, dan perasaan bersalah. Satu hal penting, jangan biarkan itu terjadi berlarut-larut. Apa pun yang terjadi, jangan menjauh dari Tuhan, justru jadilah semakin dekat pada Tuhan. Hanya pada-Nya kita menemukan rahmat dan pengampunan (Mazmur 103:3). Hanya Tuhan sumber kekuatan kita. Carilah Tuhan, sebab lewat persekutuan dengan Tuhan, kita bisa kembali disegarkan secara rohani. Jadilah Rajawali yang tangguh menghadapi badai dan tetap kuat menghadapi segala tantangan, sebab Tuhan-lah sumber kekuatan kita. Amin. [JB]
Question:
1. Tahukah bahwa kekuatan Anda sangat terbatas?
2. Apakah Anda mau mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek hidup Anda?
Values:
Tidak selalu rajawali terbang dengan kekuatan sayapnya, tetapi dengan kekuatan angin yang mengangkatnya ke tempat tinggi.
Kingdom Quote:
_Saat kita memiliki visi namun berusaha mencapainya dengan kekuatan sendiri, maka visi itu tidak akan pernah tergenapi._
See also  Menabur Tanpa Memperhatikan Situasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*