Saat Teduh

“TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu” Mazmur 5:4
Setiap orang normal mengawali hidupnya dari pagi hari. Bagaimana cara kita mengawali pagi hari akan sangat menentukan keseluruhan hari yang kita jalani. Salah satu cara mengawali kehidupan di pagi hari adalah dengan membangun hubungan dengan TUHAN. Salah satu kunci membangun hubungan dengan TUHAN adalah dengan berkomunikasi denganNYA. Komunikasi dengan TUHAN salah satunya lewat saat teduh. Mari kita belajar bersama tentang saat teduh.
Yang pertama, apa itu saat teduh? Bagi saya, saat teduh adalah waktu khusus berkomunikasi yang intim dan intens dengan TUHAN. Saat teduh meliputi doa, pujian dan penyembahan, serta membaca dan merenungkan Firman TUHAN. Kedisiplinan kita bersaat teduh menentukan prioritas kehidupan kita. prioritas kehidupan kita menentukan kehidupan kita sehari-hari. Apa yang mengisi kehidupan kita sehari-hari akan menentukan masa depan kita.
Yang kedua, bagaimana bersaat teduh? — Mzm 5:1-4. Kita dapat bersaat teduh kapan saja, sekalipun kebanyakan orang memiliki saat teduh di pagi hari. Yesus memiliki saat teduh di pagi hari (Mrk. 1:35). Bahkan di malam hari pun Yesus bersaat teduh (Luk. 6:12). Saat teduh perlu memiliki ruang khusus, seperti yang diajarkan oleh Yesus tentang Doa Bapa Kami, Mat 6:5-6. Dalam berdoa di saat teduh, kita harus _to the point_, tak perlu bertele-tele (Mat. 6:7-8). Kemudian yang tak kalah penting adalah jangan salah berdoa (Yak. 4:1-3). Bagaimana cara Anda bersaat teduh?
Yang ketiga, penghalang saat teduh. Ada beberapa penghalang saat teduh. Penghalang utama kita untuk bersaat teduh adalah hal dosa (Yes. 59:1-2). Hal dosa sebenarnya dapat kita sadari, sebab Roh Kudus akan selalu mengingatkan kita saat kita mau melakukan dosa.
Miliki hati yang taat kepada suara Roh Kudus dan jangan biarkan diri kita bebal dan tidak mau ditegur oleh Roh Kudus. Kemudian hal keduniawian (Kol 3:5-6). Hal keduniawian sedikit demi sedikit menggerogoti kerohanian kita. TUHAN sangat membenci segala hal keduniawian yang kita nikmati, sebab hal keduniawian membuat hati kita semakin menjauh dari TUHAN.
Sekalipun kita sepertinya masih tetap bersaat teduh dan beribadah bahkan melayani di gereja, namun hal keduniawian sebenarnya menunjukkan siapa dan apa yang kita puja dan kejar setiap hari. Tanpa kita sadari kita sering salah bersikap kepada TUHAN, hal kesombongan adalah penghalang saat teduh (1 Ptr. 5:5).
Kesombongan adalah sikap tidak percaya dan tidak mengandalkan TUHAN. Hal kesombongan menghalangi saat teduh kita bahkan dapat menghancurkan kehidupan kita. tetaplah rendah hati, sebab hikmat TUHAN bekerja dengan luar biasa saat kita hidup dalam kerendahan hati. [DW]
Question:
1. Bagaimana cara kita bersaat teduh?
2. Mengapa kita harus bersaat teduh?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang memiliki kedisiplinan bersaat teduh dengan Sang Raja.
Kingdom Quote:
Saat teduh adalah tanggung jawab pribadi kita masing-masing.
See also  Bertanggung Jawab

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*