Pergi Bersama Yesus

“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan” 1 Tesalonika 4:13
Seorang gadis kecil yang baru saja kehilangan adik bayi bertanya kepada ibunya ke mana adiknya pergi. “Pergi bersama Yesus,” jawab ibunya. Beberapa hari kemudian, berbicara kepada temannya, ibunya berkata, “Aku sangat berdukacita karena kehilangan bayiku.” Gadis kecil itu mendengarnya, dan ia teringat dengan perkataan ibunya beberapa hari yang lalu. la mendongakkan kepalanya dan berkata, “Mama, apakah adik bayi itu disebut hilang kalau ia bersama dengan Yesus?” Ibunya teringat dengan kalimatnya sendiri dan ia sadar bahwa ia hampir melupakan kebenaran ini.
Bagi orang benar, kematian bukanlah peristiwa kehilangan, tetapi kebenaran yang menyatakan bahwa orang benar itu pergi bersama dengan Kristus. Tetapi secara manusiawi tentunya kita tidak dapat menyangkali bahwa kepergian orang-orang yang kita cintai itu jelas menimbulkan “kehilangan”. Saya beri kata kehilangan dengan tanda kutip sebab kehilangan yang dimaksud di sini adalah perpisahan sementara sebelum kita bertemu lagi di surga yang permai.
Setiap orang pasti mati secara badani. Anda siap atau tidak orang-orang yang Anda cintai suatu saat akan pergi. Atau kalau tidak demikian Anda sendiri yang pergi mendahului. Bukankah pandemi yang sedang terjadi saat ini telah merenggut orang-orang yang kita kasihi?
Kalau Anda sedang menghadapi kehilangan janganlah tenggelam dalam dukacita yang berkepanjangan, seolah-olah Anda adalah seorang yang tidak mempunyai pengharapan. Bangkitkan gairah Anda lagi untuk menjalani hidup ini! Anda masih mempunyai tanggung jawab.
Keluarga Anda masih membutuhkan Anda. Bangkitlah dari dukacita Anda. Ayo, bukalah Alkitab Anda dan lihatlah janji-janji Allah yang menyatakan bahwa orang benar akan kembali kepada-Nya. Firman Tuhan berkata, “Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya” (Mzm. 116:15).
Kematian badani bukanlah sesuatu yang menakutkan. la memang dapat membuat kita berduka, tetapi untuk sementara waktu. Bila Tuhan berjanji bahwa orang benar akan bersama-sama dengan Dia, perlukah kita takut lagi? [DH]
Question:
1. Mengapa kematian bukanlah akhir dari segalanya?
2. Mengapa orang benar disebut berbahagia ketika mengalami kematian secara jasmani?
Values:
Kematian badani bukanlah sesuatu yang menakutkan. la memang dapat membuat kita berduka, tetapi untuk sementara waktu.
Kingdom Quote:
Jangan takut dengan kematian sebab Sang Pemberi Hidup itu sudah menjadikan kita milik-Nya.
See also  Allah Hoax

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*