Sekuler

“Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” Yohanes 17:15-17
Arti “sekuler” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah “bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian).” Jadi arti “sekuler” adalah kehidupan yang didasarkan kepada hal- hal yang bersifat jasmani dan duniawi. Sehingga jika seorang bekerja sebagai seorang dokter atau bisnisman, orang ini disebut bekerja di dalam dunia sekuler, tetapi seorang pastor, pendeta atau ustadz disebut seorang rohaniawan.
Beberapa waktu yang lalu ada berita yang menjadi viral di medsos, yaitu mengenai seorang dokter yang meninggal saat bertugas nonstop sebagai dokter jaga di sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Ada seorang yang menanggapi ia akan lebih mengapresiasi seandainya dokter ini adalah seorang dokter yang seagama dengannya.
Sebuah tanggapan yang menunjukkan bahwa kerohanian (agama) seseorang lebih penting daripada tanggung jawab professionalnya. Mengapa tanggapan seperti ini bisa muncul? Karena seringkali kita umat beragama mempunyai presepsi bahwa kehidupan agama atau kerohanian terpisah dari kehidupan sekuler. Dan di dalam kekristenan juga bisa terjadi presepsi seperti ini.
Benarkah kehidupan rohani lebih penting dari tanggung jawab profesi yang sekuler? Apakah seorang yang meninggal saat berkotbah lebih mulia, dibanding seorang yang meninggal saat bertugas di dalam pekerjaan sekuler?
Ketika Yesus datang ke dunia, ia datang dalam budaya Yahudi, di mana saat itu bangsa Yahudi yang agamawi sedang dijajah oleh Kerajaan Romawi. Itulah keadaan “dunia sekuler” yang dialami Yesus pada saat la berdoa untuk para murid, seperti pada kutipan ayat diatas, “Jangan mengambil mereka dari dunia.”
Ini berarti ia berdoa jangan pisahkan para murid dari dunia sekuler saat itu. Hal ini mengisyaratkan bahwa kekristenan tidak membedakan antara kehidupan rohani (spiritual) dan kehidupan duniawi. Ini berarti bahwa kehidupan iman, harus ditunjukkan juga dalam praktek kehidupan sekuler/duniawi?
Bahkan ketika Yesus ditanya tentang, apakah sebuah keharusan membayar pajak kepada Kaisar (karena pada umumnya Imam Yahudi menentang membayar pajak pada penguasa Romawi yang mereka anggap kafir). Alkitab katakan, “Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat. 22:21).
Dapat disimpulkan bahwa praktek kehidupan rohani sebenarnya tidak bisa dipisahkan dan dibedakan dengan kehidupan sekuler. Anda yang saat ini bekerja secara sekuler bukan berarti derajat Anda lebih rendah daripada mereka yang berprofesi sebagai rohaniawan. Jadi apa pun profesi Anda secara sekuler jika Anda professional dan bertanggungjawab Anda adalah rohani. [DD]
Question:
1. Menurut Anda apakah arti sekuler?
2. Bagaimana Anda membawa berita Injil dalam “dunia sekuler”?
Values:
Kekristenan adalah para wakil Kristus yang menjalankan misi-Nya di dunia sekuler.
Kingdom Quote:
Praktek kehidupan rohani tidak bisa dipisahkan dan dibedakan dengan kehidupan sekuler.
See also  Joyfull Heart

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*