Power of (His) Blood

“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” lbrani 9:14

Saat pandemik Covid 19 melanda dan belum ditemukan obat penyembuhnya, maka manusia terus berupaya untuk menemukan cara guna menghadapi virus covid 19 ini.

Penemuan beberapa vaksin oleh beberapa perusahaan farmasi mulai memberi titik terang dan harapan untuk upaya pencegahan agar seseorang tidak mudah terjangkit atau terpapar virus covid 19 ini.

Tetapi bagaimana dengan mereka yang sudah terjangkit virus covid 19? Berbagai upaya medis yang dilakukan sebenarnya belum bersifat mengobati secara langsung, melainkan menstimulan terciptanya antibody yang diharapkan dapat melawan virus covid yang terlanjur masuk ke tubuh kita.

See also  Integritas Ilahi Vs Integritas Duniawi

Bagi penderita covid 19 yang dalam kondisi berat, upaya menunggu proses munculnya antibody yang kuat tentunya membutuhkan waktu dan proses dalam tubuh yang tidak mudah.

Maka kemudian muncullah sebuah proses terapi yang diperkirakan lebih bisa membantu yaitu terapi plasma darah. Mungkin istilah ini merupakan istilah yang asing bagi kita, namun mungkin bisa kita bayangkan proses transfusi darah, dimana kita memasukkan ke dalam diri seseorang darah secara keseluruhan. Sedangkan terapi plasma adalah memasukkan salah satu unsur darah yaitu plasma.

Jadi terapi plasma konvalesent adalah memasukkan plasma darah yang berasal dari penyintas covid 19 yang dinyatakan sembuh, sehingga di dalam plasma darahnya telah terdapat antibody yang sanggup mengalahkan virus covid tersebut. Plasma konvalesent ini berbeda dengan vaksin, kalau plasma konvalesen ini sifatnya adalah memberikan antibody yang sudah jadi, dari seseorang ke orang lain.

See also  Hari Sabat untuk Manusia, Bukan Manusia untuk Hari Sabat

Kalau vaksin bermaksud merangsang tubuh kita supaya membentuk antibody. Secara sederhana dapat dikatakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk proses menolong penderita covid ini dengan menggunakan kekuatan dari (unsur) darah.

Firman Tuhan yang kita baca hari ini menggambarkan bahwa manusia juga mengalami persoalan esensial yaitu dosa. Dosa mengakibatkan berbagai permasalahan spiritual, emosional dan fisik yang berujung pada maut.

Dosa juga seperti virus yang merusak sisi moral nurani yang berakibat manusia selalu punya dorongan/hasrat berbuat dosa, kejahatan meskipun tidak ada yang mengajarkannya.

Syukur pada Allah dalam Kristus yang dalam kasihNya mencurahkan darahnya melalui karya Salib untuk membebaskan kita dari maut. Roma 5:9 “Lebih-lebih karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Bahkan kuasa darahNya bukan hanya menebus dosa kita, melainkan membersihkan hati nurani (dorongan moral) kita sehingga kita memiliki kemampuan untuk hidup dalam kebenaran. Anda mengerti? [HA]

See also  Menag Baru, Tantangan Baru bagi Gereja

Question:
1. Apa pembenaranNya terhadap hidup Anda?
2. Jika Anda sudah dibenarkan, apakah Anda masih suka melakukan hal najis di hadapanNya?

Values:
Dosa seperti virus yang merusak sisi moral nurani yang berakibat manusia selalu punya hasrat berbuat dosa meskipun tidak ada yang mengajarkannya.

Kingdom Quote:
Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh. (1 Petrus 2:24).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*