Sibuk yang Sia-sia

“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.”2 Tesalonika 3:10-11
Sebagai manusia kita hidup dalam sebuah dimensi yang bernama waktu, yang secara internasional salah satunya disepakati dalam batasan waktu tahun, bulan, hari, jam, menit, detik. Sebelum ditemukannya alat penentu waktu seperti jam, maka manusia menggunakan media-media alam untuk menjadi alat penanda waktu seperti matahari, bulan, siang, malam. Dalam dimensi waktu tersebut yang terus bergerak, seluruh kehidupan bertumbuh, bergerak dan berkarya hingga suatu batasan waktu tertentu kehidupan itu harus mengakhiri hidup dan karyanya. Itulah yang disebut dengan kematian.
Jadi dalam dimensi waktu inilah kita akan menunjukkan kualitas dan kekaryaan kita. Kamus besar Bahasa Indonesai mendefinisikan berapa banyaknya kegiatan yang kita lakukan dalam suatu periode waktu dengan istilah sibuk. Begitu pentingnya arti waktu sehingga dalam pandangan umum kita mengenal sebuah ungkapan sangat terkenal yang berkata bahwa “Time is Money”, atau waktu adalah uang, yang secara sederhana bermakna bahwa jika kita gunakan waktu dengan baik, kita dapat menemukan peluang meraih kesuksesan.
Tentunya pertanyaan pentingnya adalah bukan pada waktunya, melainkan hal-hal apa yang kita lakukan dalam waktu tersebut. Ada yang mengisinya dengan hal-hal yang bernilai tinggi, ada yang mengisinya dengan hal-hal yang bernilai rendah.
Dalam masa pandemic ini ketika banyak pelajar, karyawan harus berativitas dari rumah, kerap kemudian merubah kebiasaan hidup, karena banyak yang kemudian menghabiskan waktunya dengan melakukan aktivitas-aktivitas santai, bermalasan, nonton telivisi berlangganan, bermain game online, dan sebagainya.
Bahkan banyak orang bisa melakukan hal-hal yang bersifat rekreatif yang berada dalam lingkup banyak orang, tapi menjadi malas bahkan untuk mengikuti ibadah baik secara on site di lokasi rumah ibadah, ataupun secara online melalui tayangan streaming. Tentunya jika hal ini dikonfrontasikan kepada mereka, pasti mereka akan berkata, “Saya sedang sibuk, Saya sedang banyak kegiatan!”
Stephen Covey dalam bukunya 7 habits mengungkapkan apa yang dimaksud dengan sibuk yang efektif? Bukan sekedar banyak kegiatan, melainkan apakah kegiatan-kegiatan tersebut terkait dengan tujuan hidup atau visi kita dan juga dengan makna atau prinsip nilai yang mulia?
Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengingatkan kita bahwa Allah ingin kita meggunakan waktu-waktu dengan bijaksana, karena jika tidak kita akan terjebak dalam situasi sibuk, namun tidak berguna atau bernilai. Anda mengerti? [HA]
Selengkapnya kunjungi AquilaCenter
Questions:
1. Bagaimana Anda memaknai waktu-waktu Anda saat ini?
2. Apakah waktu Anda sudah diisi dengan hal-hal produktif dan efektif?
Values:
Maknai waktu Anda dengan melakukan kegiatan-kegiatan efektif yang mendukung tujuan hidup Anda.
*Waktu adalah kehidupan, jika kita membuangnya itu berarti kita sedang membuang kesempatan dalam hidup kita.*
See also  Gaya Hidup Umat Tuhan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*