Tanggung Jawab dan Posisi

Businessman writing a letter notes or correspondence or signing a document or agreement close up view of his hand and the paper ** Note: Shallow depth of field
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang balk dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:21
Alkitab pernah mengisahkan tentang dua orang anak muda yang pernah mendapat kesempatan yang luar biasa, yaitu menjadi raja. Namun rangkaian perjalanan hidup mereka, karya dan akhir hidup mereka sangat berbeda. Perbedaan itu juga sebenarnya sudah ditunjukkan sejak awal cita hidup mereka.
Ini adalah kisah tentang raja pertama dan kedua Israel, yaitu Saul dan Daud. 1 Samuel 9 menceritakan bagaimana perjalanan Saul dimulai. Saul digambarkan berasal dari latar belakang keluarga yang relatif berkecukupan. Pada suatu hari ayahnya menugaskan Saul untuk mencari anak keledai yang hilang dengan ditemani oleh bujang/asistennya.
Saat usaha pencarian di beberapa tempat belum berhasil, Saul memutuskan untuk pulang dan tidak menyelesaikan misinya. (1 Samuel 9:5) Untungnya bujangnya justru menahannya dan berhasil membujuk Saul yang sebelumnya terus menerus punya alasan untuk berhenti, dan perjalanan menyelesaikan misi penemuan keledai menjadikan Saul menemukan panggilan sebagai raja.
Sementara tokoh Daud diperkenalkan sebagai anak dari keluarga dan lingkungan yang relatif sederhana. Daud pun juga diceritakan diberi misi oleh sang ayah, yaitu mengantarkan roti kepada kakak-kakaknya yang sedang berada di garis depan sebagai prajurit Israel dan sedang akan menghadapi Filistin dengan tokoh Goliat-nya.
Tugas ini nampaknya sederhana, tapi tentunya tidak mudah misi membawa roti ke medan pertempuran yang tentunya penuh resiko. Daud berhasil selesaikan misinya di lokasi dengan resiko tinggi, bahkan moment ini membuat Daud hadapi tantangan sekaligus peluang yang baru, yaitu bertemu raja Saul, kemudian bertempur dan mengalahkan Goliat.
Saul yang di awalnya telah menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab, pada akhirnya kita ketahui menjadi raja yang kompromistis terhadap berbagai misi atau kehendak Allah. Bahkan dalam kegagalannya pun Saul masih terus berupaya menyalahkan keadaan (tidak bertanggung jawab).
Sementara Daud justru menunjukkan kualitas kebertanggungjawabannya dengan memimpin 400 orang bermasalah di gua adulam dan rasa hormat kepada Saul yang terus berusaha membunuhnya. Dan juga Daud tidak mengelak dari tanggung jawab saat dirinya melakukan kesalahan.
Melalui kisah ini kita ditunjukkan bahwa pentingya membangun karakter diri dibandingkan posisi. Kualitas karakter yang tidak dipersiapkan sejak awal sering berujung pada berbagai persoalan saat seseorang memiliki posisi. Dalam buku character first didefinisikan karakter tanggung jawab adalah mengetahui apa yang diharapkan dari diri kita, termasuk di dalamnya sebuah rasa bertanggung jawab saat kita melakukan kesalahan. Sudah bertanggung jawabkah kita sekarang? Sadarkah apa yang sebenarnya diharapkan dari kita? [HA]
Question:
1. Perbedaan karakter yang seperti apa yang bisa Anda temukan dari seorang raja Saul dan Daud?
2. Sudahkah Anda menjadi pribadi yang bertanggung jawab?
Values:
Kualitas karakter yang tidak dipersiapkan sejak awal sering berujung pada berbagai persoalan saat seseorang memiliki posisi.
Kingdom Quote:
Dosa paling awal adalah sikap tidak tanggung jawab manusia. Karya perebusan dimulai dengan tanggung jawab Allah terhadap dosa manusia.
See also  Kedaulatan Tuhan dan Kehendak Bebas Manusia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*