Ucap Syukur Bukti Cinta yang Tulus

“Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” Mazmur 100:4
Seorang wanita sambil menangis datang ke kantor polisi. “suamiku tidak pulang tolong carikan karena aku tak bisa hidup tanpa dia.” Tenang nyonya, “sejak kapan suami Anda tidak pulang?” Sambil menangis lebih keras ia berkata, “sudah dua Minggu Pak polisi.” “Mengapa Anda menunggu begitu lama baru berusaha mencarinya?” Kata Pak polisi. “ya Pak hari ini tanggal dua, biasanya setiap tanggal satu dia memberikan uang gajiannya kepada saya.”
Mungkin pada awalnya beberapa orang mencari Tuhan karena bermasalah, sampai akhirnya ia menemukan pertolongan Tuhan. Tetapi percayalah Tuhan ingin mengembangkan sebuah hubungan yang lebih berkualitas. Yaitu sebuah kualitas cinta di mana kita mencintai Tuhan karena kita mencintai-Nya bukan karena berkat-Nya. Jika kualitas cinta kita kepada Tuhan seperti ini, baru kita bisa mengucap syukur senantiasa. Mengucap syukur walaupun ada hal yang kelihatan buruk menimpa hidup kita.
Mungkin Anda bertanya apakah salah kalau kita mencari Tuhan karena kita butuh pertolongan-Nya? Jawabannya sama dengan wanita dalam cerita tersebut. Apakah salah mencari suaminya saat ia butuh uang suaminya? Tentu secara umum tidak salah, hanya motivasinya yang kurang benar. Wanita ini menganggap suaminya hanya ATM. Apakah Anda juga menganggap Tuhan seperti ATM? Mari kembangkan hubungan dengan Tuhan yang lebih berkualitas.
Cerita tersebut hanya lelucon, namun cerita ini bisa mengingatkan kita, bahwa kita seringkali bersikap mirip wanita dalam cerita itu. Kita mencari Tuhan hanya karena kita butuh berkat-Nya, kita tidak butuh Tuhan setiap saat. Motivasi kita mencari Tuhan hanya demi keuntungan diri kita sendiri. Sama seperti wanita dalam cerita tadi, dia butuh uang suaminya, bukan figur suaminya. Bukankah kita juga demikian, kita makin rajin beribadah saat kita butuh pertolongan-Nya ?
Kita pernah mendengar lagu pujian, yang syairnya “ku masuki gerbang-Nya dengan hati bersyukur, halaman-Nya dengan pujian.” Ucapan syukur membuka pintu gerbang hati Tuhan. Anak saya yang terkecil suka berterimakasih kepada saya untuk hal-hal kecil yang saya lakukan, misalnya mengantar ke rumah temannya, atau membelikan buku pelajaran. Sebagai papanya saya tidak membutuhkan ucapan terima kasih karena itu kewajiban saya. Namun hati saya disenangkan dengan sikap hatinya yang suka berterima kasih. Saya sangat senang bisa menolongnya. Karena saya melihat ketulusan hati anak saya mencintai saya yang adalah papanya.
Saya percaya kualitas kasih Tuhan terhadap anak-anak-Nya lebih sempurna dari kualitas kasih saya sebagai seorang papa. Dia juga seorang Bapa, sehingga ucapan syukur dari anak-anak-Nya akan menyenangkan hati-Nya. Bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda punya hubungan cinta yang mesra dengan Tuhan, sehingga Anda bisa mengucap syukur senantiasa? [DD]
Questions:
1. Bagaimana seandainya anak Anda mengasihi Anda hanya karena Anda suka memberi hadiah kepadanya?
2. Sudahkah Anda mengasihi Tuhan dengan kualitas kasih yang murni?
Values:
Seperti bapa mengasihi anaknya demikian kasih Tuhan kepada kita anak-anak-Nya.
*Ucapan syukur senantiasa terjadi dari kualitas hati yang mengasihi tanpa pamrih.
See also  Hipnotis

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*