Jangan Salah Persepsi tentang Tuhan

“….Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian”_ Hakim-hakim 6:13
Iman kita seringkali tidak bertumbuh karena ada satu hal yang berbahaya yaitu memiliki persepsi yang salah tentang Tuhan kita. Itu pula yang terjadi dengan Gideon. Ketika bangsanya mengalami tekanan dan intimidasi dari para musuhnya Gideon menganggap bahwa Tuhan telah membuang mereka dan menyerahkan mereka kepada bangsa Midian.
Tentu saja hal ini tidak benar. Seharusnya Gideon ingat akan perjanjian yang Tuhan buat dengan bangsa Israel bahwa ada berkat dan kutuk bagi bangsa ini jika mereka melakukan kondisi-kondisi yaitu mereka akan menerima berkat kalau mereka taat kepada Firman, namun mereka akan terkutuk jika mereka melanggar Firman.
Sebagai pembaca Firman kita tahu bagaimana bangsa ini berkali-kali jatuh ke dalam penyembahan berhala dan di masa hakim-hakim terjadi siklus yang berulang yaitu kemunculan hakim-hakim karena mereka dipakai oleh Tuhan untuk menjadi pembebasan bangsa Israel ketika mereka berseru-seru karena ditekan oleh musuh.
Tetapi Tuhan tidak pernah mengizinkan bangsa ini dicengkeram oleh musuh tanpa alasan. Jadi karena bangsa ini telah berpaling dari Tuhan, mangkanya Allah membiarkan musuh-musuhnya menguasai bangsa Israel. Jangan salah mengerti tentang arti hakim di sini. Hakim-hakim berasal dari bahasa ibrani yaitu sopethim yang artinya “seorang yang menegakkan keadilan dan kebenaran.” Istilah “hakim” dalam kitab ini berbeda dengan hakim dalam pengertian modern yang bertugas menghakimi atau yang bekerja di pengadilan.
Tugas hakim dalam kitab Hakim-Hakim lebih tepat disebut sebagai pemimpin-pemimpin utama israel dan sebagai tokoh pembebas atau pahlawan pembebas dari ancaman dan tekanan bangsa asing (Hak. 2:16). Mari kita meluruskan pemahaman kita tentang Allah kita. Jangan pernah menganggap bahwa Tuhan kita bertindak tidak adil dalam hidup ini ketika berbagai persoalan datang kepada kita. Janjinya bahwa Dia menyertai kita tidak akan dicabut dan tidak akan dibatalkan. Kita dapat memegang janji ini sampai akhir hayat kita.
Kalau dengan penuh keteguhan kita pegang janji Tuhan maka kita akan lebih tangguh di dalam anugerah Tuhan untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan kita. [DH]
Questions:
1. Pernahkan anda kecewa kepada Tuhan? Mengapa?
2. Bagaimana Anda mencari jawaban dari kekecewaan Anda?
Values:
Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan mereka yang percaya kepada-Nya.
Kingdom Quote:
Mengenal Allah yang benar akan menentukan arah destiny kita.
See also  Jangan Kompromi dengan Dosa

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*